MIUMI: Pemimpin Ideal Adalah Tunduk dan Patuh Terhadap Kekuasaan Allah






Makassar – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menggelar roadshow dan tabligh akbar di Makassar. Dalam kesempatan itu, Wakil Sekretaris Jenderal MIUMI Ustadz Muhammad Zaitu Rasmin menjelaskan sifat pemimpin ideal dalam Islam.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Zaitun Rasmin menjelaskan bahwa Roadshow dan Tabligh Akbar MIUMI di Makassar dilakukan dalam rangka memberikan pencerahan kepada umat. “Mengapa roadshow ini di adakan, penting karena umat Islam di Indonesia belum mengenal baik terhadap politik,” ujarnya di Masjid Al Markaz Al Islami, Sabtu (30/02/19).

Wasekjen MUI Pusat juga menegaskan Islam dan politik tidak boleh terpisahkan. Hal itu semestinya dipahami oleh seluruh kaum muslimin.

“Kita harus sepemahaman bahwa politik adalah bagian dari ajaran Islam, tidak boleh di pisahkan,” lanjutnya, seperti dikutip

Menghadapi Pemilu tahun ini, Ustadz Zaitun rasmin menjelaskan bahwa ajaran Islam telah memberikan konsep dalam memilih pemimpin yang ideal. “Tiga sifat mukmin yang ideal dan memilihnya sebagai pemimpin, pertama adalah melaksanakan sholat. Kedua, mengeluarkan zakat, dan ketiga tunduk dan patuh terhadap kekuasaan Allah,” terangnya.

“Inti dari politik adalah kekuasaan, pemilik kekuasaan sejati adalah milik Allah,” tandas Ustadz Zaitun.

Selain itu, pemimpin juga harus memiliki kompetensi dan kemampuan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Sementara pemimpin dituntut memiliki kemampuan dalam beberapa hal.

“Pertama, mempersatukan rakyat. Kedua, kuat dalam menjaga kedaulatan negaranya. Ketiga, pemimpin harus menjamin kesejahteraan bagi para rakyatnya,” pungkasnya.


Sumber: mujahiddakwah.com

KIBLAT.NET






Promo