Kill The DJ Laporkan Akun yang Sebarkan Lagunya untuk Kampanye Prabowo, Komentar Netizen ini Sadis-sadis!






Musikus Marzuki Mohamad atau Kill The DJ melaporkan akun media sosial @CakKhum yang telah mengunggah dan menyebarkan gubahan lirik lagu Jogja Istimewa untuk kepentingan kampanye Prabowo-Sandi. Juki, sapaan Marzuki, melapor akun media sosial itu ke Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta.

Juki datang ke Polda DIY sekitar pukul 14.30 WIB. Menurut Juki, akun media sosial Instagram @CakKhum melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

“Ya intinya seperti yang saya tulis di Instagram saya tidak terima lagu tersebut dipakai untuk kampanye. Baik itu untuk pasangan Jokowi-Maruf maupun Prabowo-Sandi,” kata Juki, Selasa (15/1).
Lebih lanjut, Juki mengaku keberatan jika lagu yang ditulisnya itu liriknya diubah. Menurut Juki hal tersebut berkaitan dengan nilai historis lagu. Baginya, lagu itu menggambarkan rasa cintanya pada Yogyakarta.

“Keberatannya ya jelas menggunakan lagu itu untuk kepentingan politik," ujar Juki. "Jelas tidak akan saya gunakan lagu itu. Karena lagu itu bagi saya punya historis luar biasa, seperti utang rasa saya kepada Jogjakarta yang saya cintai. Saya tidak akan mengingkari spirit lagu itu hanya untuk kampanye.”

Juki mengatakan lagu Jogja Istimewa ditulisnya pada tahun 2010. Pada tahun 2014, dia mengaku pendukung Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Namun dia menolak lagunya itu digunakan untuk kepentingan kampanye calon presiden yang dia dukung. Selain untuk kepentingan kampanye, Juki juga emoh jika lagunya dikomersialkan pihak lain dengan mengubah liriknya.

Juki mengatakan laporan terkait lagunya yang digunakan untuk kepentingan kampanye harus ditempuh. Musababnya, pemilik akun Instagram @CakKhum belum juga menyampaikan permintaan maaf.

“Tuntutan dari kemarin ada permintaan maaf resmi. Karena nggak ada dan saya tahu dari media sosial pengaduannya ya, apa yang terjadi di media sosial,” katanya.  [kumparan.com]



Karena video ini sudah viral dan banyak yang salah persepsi kepada saya, selaku pencipta lagu Jogja Istimewa yang dinyanyikan bersama @javahiphop - maka dengan ini saya perlu melakukan klarifikasi: . Bahwa saya tidak akan pernah memberikan ijin kepada siapa pun lagu Jogja Istimewa tersebut digunakan untuk kampanye pilpres, baik itu pasangan nomer urut 01 maupun 02. Bagi saya, @javahiphop, dan sebagian besar warga Yogyakarta, pasti tahu sejarah dan kebanggaan pada lagu tersebut, itu kenapa saya tidak akan pernah mengganti liriknya untuk tujuan lain, baik komersil apalagi kampanye politik. Meskipun saya pendukung @jokowi saya tidak akan pernah mengkhianati nilai lagu tersebut dengan mengubah liriknya. . Siapa pun Anda yang mengubah lagu tersebut, membuat videonya, dan ikut menyebarkanya, Anda telah melanggar undang-undang dan saya bisa membawanya ke ranah hukum. . Terakhir saya berpesan, apapun pilihan Anda, 01, 02, Golput, tolong warisi bangsa ini dengan etika yang benar, menjiplak lagu orang lain jelas tidak beretika dan melanggar hukum, plus, jangan warisi generasi mendatang dengan fitnah dan sampah kebencian. . Sekian & terima kasih
A post shared by Marzuki Mohamad (@killthedj) on


    sania.ifa

    @hakimhakim19 salahnya dimana????
    Lu punya lagu terus lagu lu di cover nadanya, terus orang cari asal mula itu lagu siapa.
    Dan yg bikin yel yel tidak di komersial kan.
    Salah dimana otak dangkal?






Promo