Ferdinand Hutahaean: Hasto Kristiyanto Tidak Bisa Bedakan Ilusi dan Realitas, Mungkin Dia Lagi Mabuk!







Pernyataan Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto yang menyebut pidato kebangsaan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sebuah ilusi dan retorika belaka, dinilai hanya sebagai upaya mendegradasi konteks sebenarnya.


Hal itu diungkapkan politisi Partai Demokrat yang juga Jurubicara BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean kepada redaksi, Selasa (15/1).

"Apa yang disampaikan Hasto itu hanya bagian dari upaya mendegradasi pidato Prabowo yang memang mendapat tempat di hati masyarakat," ujar Ferdinand.

Menurutnya, statement Sekjen PDIP itu hanya untuk menutupi esensi dari konteks pidato kebangsaan Prabowo yang membongkar kebobrokan pemerintahan Presiden Jokowi.

"Jelas, itu untuk menutupi bahwa pidato Prabowo tersebut menjadi jawaban atas kerusakan bangsa yang terjadi akibat kegagalan Jokowi mengurus negara," tegasnya.

Lebih lanjut, Ferdinand menilai politisi PDIP itu tidak bisa membedakan ilusi dan realitas yang terjadi saat ini.

"Mungkin dia lagi mabuk habis minum racun kalajengking, sehingga dia tidak bisa membedakan mana yang ilusi mana yang konkret," tutupnya. [rus/rmol.co]






Promo