Fahri 'Warning' KPU. Debat Bukan Cerdas Cermat Anak Sekolah







 Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan eveluasi secara utuh penyelenggaraan debat capres cawapres. Khususnya, mengenai waktu yang diberikan oleh kedua pasangan calon dalam berbicara.

Menurut Fahri, waktu yang diberikan kepada pasangan calon dalam debat terlalu singkat. Karena itu KPU sebagai penyelenggara pemilu diminta untuk memberikan waktu berbicara yang lebih panjang.

"Jangan kasih waktu dua menit atau waktu semenit. Itu namanya cerdas cermat, bukan pola memilih pemimpin. Itu bukan debat, itu namanya pola ujian kenaikan kelas atau lomba 17 Agustus," kata Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (21/1).

Politikus senior PKS itu meminta KPU untuk memberikan kesempatan kedua paslon lebih bebas dalam mengutarakan visi-misinya dan berdialog satu sama lain. Sehingga, kata dia, masyarakat lebih mengetahui pemikiran para pemimpinnya masa depan.

"Mereka berdialog, saling potong, saling konfirmasi. Misal dia bilang, mohon maaf data anda salah, atau yang benar ini, kan enak ngeliat pemimpin datang dengan keutuhan pikiran dan perasaannya," tuturnya.

Berdasarkan asumsi Fahri, waktu yang pas diberikan oleh kedua pasangan calon untuk diberikan bicara sekitar 15 menit. Dengan catatan, ada waktu dispensasi tambahan sekitar 5 menit.



"Misalnya 15 menit dengan perpanjangan 5 menit, supaya orang ngerti begitu dia closing dia ngomong apa. Jadi, saya kira KPU udah lah jangan main-main soal ini. Karena ini bukan cerdas cermat bukan ujian," pungkasnya.  [jawapos.com]






Promo