Ada “Salibisasi” Jalan di Kawasan Bersejarah Depan Balaikota Solo







 Ada pemandangan baru didepan Balaikota Solo atau koridor Jalan Jenderal Sudirman. Pemandangan itu jika dilihat dari atas menggunakan drone maka terlihat seperti salib besar.

Awalnya jalan Jenderal Sudirman didepan Balaikota berupa aspal hitam biasa. Kemudian pada bulan September 2018, jalan tersebut mulai direnovasi.

Menurut situs Pemerintah Kota Solo surakarta.go.id renovasi tersebut adalah untuk disiapkan sebagai kawasan kota lama Kota Bengawan, Rabu 26/9/2018.

Suasana pengerjaan proyek koridor Jenderal Sudirman yang disiapkan menjadi kawasan kota lama Kota Bengawan, Rabu (26/9/2018)

Kini Pemkot memutuskan untuk mengembangkan koridor tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Koridor Jenderal Sudirman disiapkan menjadi kawasan kota lama Kota Bengawan. Tujuannya jelas, menambah destinasi wisata dan memperkuat aroma kota Surakarta sebagai kota bersejarah.

“Koridor Jenderal Sudirman, mulai Gladag sampai Tugu Pemandengan bahkan Pasar Gede, berada di lokasi yang sangat bersejarah. Sebab keberadaannya tidak terlepas dari eksistensi Keraton Surakarta. Termasuk keberadaan Benteng Vastenburg yang dulu digunakan untuk memata-matai aktivitas Keraton oleh penjajah,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Surakarta, Endah Sitaresmi Suryandari, dikutip dari Surakarta.go.id.



Renovasi tersebut adalah mengganti jalan aspal menjadi batu-batu andesit.

“Seperti yang terdapat di kota-kota di luar negeri, aspal jalan dikelupas kemudian diganti dengan batu andesit. Batu andesit cocok dipasang di badan Jalan Jenderal Sudirman lantaran menimbulkan kesan alami,” terang Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, masih dikutip dari situs pemerintah surakarta.go.id.

Namun setelah renovasi tersebut selesai dan jalan dibuka untuk umum. Terlihat gambar mirip salib besar.

Hal ini menjadikan pembicaraan sejumlah warganet di sosial media terutama Instagram dan Facebook. [zk]  [panjimas.com]






Promo