Politisi: Semakin Hari, Kubu Jokowi semakin Menunjukkan Sifat Aslinya







Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa semakin hari, kubu Jokowi semakin menunjukkan sifat aslinya. Di antaranya Jokowi memuji diri seolah subsidi, BLT tak baik padahal subsidi juga beban BUMN.

    Erick Tohir tak mau pemerintah disalahkan atas EKTP tercecer Tung Desem Waringin melecehkan 6 Presiden sebelumnya soal jalan tol. Saya pengen tanya, Tung Desem Waringin itu sudah berapa lama jadi WNI? Kok bisa dia sombong dengan data salah menyebut Jokowi bangun tol 1.800 KM?” demikian cuitannya.

Ferdinand menanyakan data itu dari mana. “Sudah salah, melecehkan 6 presiden terdahulu pula. Memangnya dulu zaman Soekarno perlu jalan tol? Dungu kok gak bertepi dan sombong.”

Tung Desem Waringin dipertanyakan olehnya nampak hanya berpikir harga properti naik karena jalan tol. “Jangan karena pengusaha properti dari kelompok kalian saja lantas melecehkan presiden terdahulu.”

Sejatinya, pembangunan itu menurut dia ada skala prioritas dan skala kebutuhannya. Tentu membangun sesuai kemampuan dan kebutuhan. Membangun jalan tol itu harus karena didasari kebutuhan, karena itu jalan berbayar.

“Jalan alternatif berbayar. Maka ini harus dibangun hati-hati, apalagi dibangun dengan utang. Karena pada ujungnya nanti akan jadi beban anak cucu bangsa ini. Jika investasi murni, tidak masalah. Risiko ada diinvestor, bukan di Negara”

Sering sekali kita mendengar kata investor, investasi dalam pembangunan infrastruktur. Investasi murni mestinya risiko gagal dan rugi ada di investor. “Sekarang, utang sering dibungkus dengan judul investasi, padahal perjanjiannya jadi sama seperti utang. Beban risiko di Negara.”

Ia pun tidak habis pikir, mengapa Jokowi dan pendukungnya selalu terlihat menyalahkan dan menilai kebijakan masa lalu salah. Padahal era masa lalu, bangsa tumbuh pesat, aman dan damai.

“Sekarang, selalu merasa benar dan sukses. Tapi yang ada ekonomi tumbang, kedamaian terganggu, keadilan terluka.” (Robi/voa-islam.com)






Promo