Ditetapkan sebagai Tersangka KPK, Bupati Jepara Kader PPP ini Ajukan Praperadilan








Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengajukan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengajuan prapreadilan itu, melalui Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Selasa (11/12) lalu.

Hal ini disampaikan juru bicara Marzuqi, Muslim Arbi di Pendapa Kabupaten Jepara kemarin. Melalui tim kuasa hukum, Marzuqi mengajukan praperadilan. Pihaknya merasa ada kejanggalan dalam penetapan tersangka. Karena Marzuqi tidak mengenal hakim PN Semarang Lasito. Ketemuan juga tidak.

Kemudian ada dugaan barang bukti berupa kardus bandeng presto yang digunakan untuk menyimpan uang suap. Uang itu diberikan kepada hakim Lasito di Solo. ”Lalu siapa yang menyerahkan? Atas perintah siapa? Marzuqi kan tidak menyuruh. Belum juga diperiksa malah jadi tersangka. Ini yang kami gugat. Mengapa ditetapkan tersangka?,” paparnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan Hakim PN Semarang Lasito Kamis (6/12) sore. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus suap praperadilan yang diajukan Marzuqi. Sidang praperadilan tersebut, ditangani hakim Lasito tahun lalu. Marzuqi diduga menyuap hakim dengan uang senilai Rp 700 juta.

Sebelum ditetapkan tersangka, rumah dinas dan ruang kerja Bupati Jepara digeledah tim dari KPK. Selain itu, juga menggeledah kediaman anggota DPRD Jepara Agus Sutisna. Secara bersamaan, KPK membagi tiga tim ketika datang ke Jepara pada Selasa (4/12) lalu.

Disinggung mengenai perkembangan pemeriksaan KPK, Arbi membenarkan bahwa Marzuqi hadir memenuhi panggilan pada Kamis (11/12) lalu. Marzuqi diperiksa sebagai saksi terhadap tersangka Lasito. Namun apa yang ditanyakan penyidik tidak dibeberkan secara jelas oleh Arbi.

”Berdasarkan info dari kuasa hukum memang (Marzuqi) menghadiri (pemeriksaan KPK). Tapi, apa yang ditanyakan tidak disampaikan secara rinci,” paparnya. Usai pemeriksaan itu, agendanya Marzuqi akan dipanggil KPK lagi pada Rabu (19/12) mendatang.

Menanggapi kasus yang dialami orang nomor 1 di Jepara itu, Arbi menyatakan, adanya nuansa politis yang kental. Hal itu disampaikan setelah menelaah surat yang dikirim Marzuqi kepadanya. Melalui surat itu, dijelaskan kronologi jeratan hukum yang menimpa bupati dua periode itu. ”Awalnya dari kasus banpol (bantuan politik). Sempat mandek karena ada pemberhentian penyidikan. Lalu muncul lagi. Hingga akhirnya sekarang ditetapkan tersangka KPK,” paparnya.

Ia pun pernah menulis ulasan mengenai kasus tersebut. Kemudian oleh Relawan Madani tulisan itu dibagikan melalui akun Facebook.

Dalam unggahannya tersebut, Relawan Madani membagikan tulisan Muslim Arbi yang memberikan analisa terkait kasus tersebut.

(ks/war/lin/top/JPR)
jawapos.com






Promo