Terkuak! Pesawat Lion Air JT610 yang Alami Kecelakaan Ternyata Sewaan dari Perusahaan China








Pesawat Lion Air JT 610 dengan nomor pesawat PK-LPQ yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada Senin (29/10/2018) pagi hingga saat ini masih dalam proses evakuasi.

Pesawat ini berjenis Boeing 787 Max 8 yang merupakan pesawat terbaru keluaran pabrik pesawat Boeing di Seattle, Amerika Serikat.


Di Indonesia sendiri, hanya Lion Air yang menggunakan pesawat jenis ini.

Boeing 787 Max 8 dengan nomor ekor PK-LQP ini rupanya bukanlah milik Lion Air Grup.

Pesawat ini memang dioperasikan oleh Lion Air dan kerap menjalani rute jauh hingga ke Tianjin, Cina di beberapa penerbangannya.

Namun pemilik asli pesawat ini sesungguhnya adalah sebuah perusahaan investasi asal Cina, Chine Minsheng Investmen Group (CIMG).


CIMG sendiri merupakan sebuah perusahaan investasi yang terdiri dari 59 perusahaan swasta terkenal di negara asalnya sana dan pembentukannya diprakarsai oleh negara.

Salah satu anak perusahaannya adalah CIMG Aviation yang bergerak dalam bidang penerbangan.

Bisnisnya mencakup manajemen pesawat, pemeliharaan dan perbaikan hingga layanan penyewaan pesawat.

CIMG Aviation punya 21 pesawat jenis terbaru yang disewakan pada 15 maskapai di delapan negara berbeda.


Salah satu rekan usaha CIMG di Indonesia adalah Lion Air.

Pesawat Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan Indonesia ini ternyata juga pesawat jenis 737 Max 8 pertama yang dimilikki CIMG Aviation.


Presdir CIMG Aviation Peter Gao Sixiang mengunjungi pabrik Boeing di Seattle ditemani oleh Dirut Lion Air Edward Sirait.

Tujuan rombongan itu ke Seattle tentu untuk melakukan serah terima satu unit Boeing 737 Max 8 yang telah dipesan beberapa tahun sebelumnya.

Menurut Gao Xiang, presdir CIMG Aviation ini, Boeing 737 max 8 punya teknologi ideal dan irit bahan bakar.

Pesawat itu lantas dikirim ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 15 Agustus 2018.

Saat pesawat itu tiba, Edward Sirait berkomentar tentang keunggulan pesawat jenis ini dan berharap pesawat ini akan menjamin keselamatan penerbangan bagi semua penumpang Lion Air.

Sayangnya, harapan hanya tinggal harapan.

Kurang dari tiga bulan dari penerbangan komerisal pertamanya, pesawat ini harus mengalami kejadian nahas.


Pesawat diduga mengalami kesalahan teknis saat terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang pada 29 Oktober lalu.

Baru 13 menit terbang, pesawat ini hilang kontak dengan menara pengawas Soekarno-Hatta dan ditemukan jatuh di Tanjung Karawang.

Penyebab pasti kejadian ini belum dapat dijelaskan sebab masih harus menunggu hasil penyelidikan terhadap kotak hitam pesawat yang telah ditemukan. (Intisari)


 TRIBUNNEWS






Promo