Tauhid Adalah Menjalankan Seluruh Ketentuan Allah "sami’na wa atho’na"







Kalimat tauhid merupakan dasar iman, sehingga bagi umat Islam kalimat itu harus benar-benar masuk ke dalam kalbu dan dibuktikan dengan perbuatan melaksanakan seluruh ketentuan Allah.

Hal itu diungkapkan tokoh pendiri Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Farid Akhmad Okbah. Menurutnya, bagi setiap mukmin ikrar kalimat tauhid harus diikuti dengan amal sholih.

“Kalimat tauhid itu bukan hanya tulisan, tapi harus menancap di dalam kalbu,” ungkap Ustadz Farid, Rabu (31/10/2018).

Seseorang yang beramal sholeh dengan dilandasi tauhid, maka mendapatkan kemuliaan oleh Allah berupa kebahagiaan di dunia. Dengan keimanan pula di akhirat akan diberikan balasan lebih, yaitu surga.

Ustadz Farid menegaskan keimanan tidak cukup hanya di wujudkan dalam tulisan. Iman harus diyakini di dalam kalbu, diucapkan di lisan, dan dibuktikan dalam perbuatan.

Sebagaimana hadist yang menyebutkan iman itu ada 60 lebih cabang atau 70 lebih cabang, yang paling tinggi adalah laa ilaaha ilallah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri atau gangguan dari jalan manusia. “Oleh karenanya keliru ketika kemudian orang itu hanya beriman pada tulisan saja, atau hanya mengucapkan saja,” tegasnya.

Orang munafik dikecam oleh Allah karena imannya hanya sampai di lisan saja. Keimanan mereka tidak masuk ke dalam kalbunya, dan tidak dibuktikan dalam perbuatan.

Sedangkan, ketika orang beriman menyatakan tauhid laa ilaaha illallah maka akan diikuti sikap sami’na wa atho’na, yang artinya kami beriman, kami dengar, dan kami menjalankan. “Sehingga seluruh ketentuan Allah, perintahnya dijalankan, larangannya ditinggalkan,” tandas Ustadz Farid.

KIBLAT






Promo