728x90 AdSpace

Prof. Suteki Soal Vonis PEmbakaran Bendera TAuhid: "HAKIM LA BOUCHE DE LA LOI?"


HAKIM LA BOUCHE DE LA LOI?

Pasal 5 ayat 1 UU 48 Tahun 2009 menyatakan:

"HAKIM DAN HAKIM KONSTITUSI WAJIB MENGGALI, MENGIKUTI DAN MEMAHAMI NILAI-NILAI HUKUM DAN RASA KEADILAN DALAM MASYARAKAT"

Irah-irahan putusan hakim:

"DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA".

Adilkah ketika ada orang yang MENISTAKAN AGAMA tidak dihukumi dengan menggunakan pasal PENISTAAN AGAMA (156aKUHP)? PENISTAAN AGAMA merupakan delik biasa yg ancaman pidananya bisa 4 tahun penjara sedangkan GANGGUAN RAPAT, MEMBUAT GADUH DLL merupakan TIPIRING yang ancaman pidananya paling lama 3 bulan penjara denda paling banyak 7.500 rupiah (menyesuaikan) ( Pasal 174 KUHP).

PEMBAKAR BENDERA TAUHID diganjar:
1. Pidana Penjara 10 hari
2. Denda 2 ribu rupiah

Mengapa tidak sekalian divonis 10 hari hukuman percobaan? Buat apa angka 2 ribu itu? Apa nilai uang 2 ribu itu?

Adilkah? Di mana nilai hukum? Di mana rasa keadilan itu? Di manakah SENSE OF BELONGINGNESS para hakim itu terhadap kalimat tauhid atau setidaknya sila 1 Ketuhanan YME? Pancasilaiskah para polisi? Para Jaksa dan hakimnya?

Benarkah ungkapan ini:

"Berharap keadilan di negeri ini bagaikan berharap "tetesing embun ing mangsa ketigo", bagaikan berharap munculnya pelangi di malam hari".

#tangehlamun: impossible
Prof. Suteki Soal Vonis PEmbakaran Bendera TAuhid: "HAKIM LA BOUCHE DE LA LOI?" Reviewed by admin on November 05, 2018 Rating: 5 HAKIM LA BOUCHE DE LA LOI? Pasal 5 ayat 1 UU 48 Tahun 2009 menyatakan: "HAKIM DAN HAKIM KONSTITUSI WAJIB MENGGALI, MENGIKUTI DAN MEM...