-->

Nyiyir Aksi 211 dikaitkan Eksekusi Mati TKI, Denny Siregar Tak Nyadar Malah Nampar BNP2TKI yg Dipimpin Nusron Wahid







Pro Kontra Aksi Bela Tauhid (AKSI 211) tak luput dari pantauan Denny Siregar, dalam tweetnya dia berujar: Besok katanya mereka mau demo "Aksi bela Tauhid". Begitu semangatnya mereka membela bendera, sampai lupa membela kemanusiaan seorang TKI yang dihukum mati di Saudi.. Entah lupa atau takut pada tuannya disana..



Menanggapi tweet Denny Ini, Yul Ardi menulis: "Ini sebabnya kenapa si Densi ini blm jadi Komut.. statementnya sering BLUNDER dan BODOH.. malah menjatuhkan junjungannya.. yg semestinya bela TKI itu ya Pemerintah lah.. Dari mulai Kemlu, Kemnaker, BNP2TKI, dan lainlain sampe junjungan lu lah yg punya kewajiban, wewenang dan instrumen untuk bela TKI.. Benci silahkan lah.. tapi jangan TOLOL"

Bahkan Dinilai Tak Berguna, Pemerintah Diminta Bubarkan BNP2TKI Pimpinan Nusron


Pemerintah diminta membubarkan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) karena tidak bisa mengurus permasalahan yang selalu membelit TKI.

Menyusul eksekusi mati TKI asal Majalengka Tuti Tursilawati oleh Kerajaan Arab Saudi pada Senin lalu (29/10).

Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha mengatakan, BNP2TKI yang saat ini dipimpin oleh Nusron Wahid terlihat tidak berguna dalam melakukan diplomasi untuk melindungi TKI di negara lain.

“Bila perlu dibubarkan saja BNP2TKI, tidak ada gunanya,” katanya dalam diskusi bertajuk ‘Daftar Panjang TKI Dihukum Mati’ di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (1/11).

Syaifullah menyayangkan sikap otoritas Arab Saudi yang tidak memberikan notifikasi ke pemerintah Indonesia atas eksekusi Tuti Tursilawati.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pun sepakat dengan pemberlakuan kembali moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi. Menurut Syaifullah, sepanjang 2018, Arab Saudi telah mengeksekusi mati dua orang TKI yakni Zaini Misrin dan Tuti Tursilawati yang tidak disertai notifikasi kepada pemerintah Indonesia.

“Perlu ada moratorium kembali terhadap tenaga kerja kita yang dikirim ke sana (Arab Saudi),” tegasnya.

Tuti Tursilawati dijatuhi hukuman mati karena dituduh memukul majikannya Suud Malhaq Al Utibi hingga tewas pada 11 Mei 2010. Melihat majikannya terkapar, Tuti melarikan diri. Kemudian Tuti tertangkap aparat dan dieksekusi mati dengan cara dipancung. (RMOL)






Promo