728x90 AdSpace

Mahasiswa, "Ashobiyah Membunuhmu"! Rekatkan Ukhuwah Islamiyah

 
Didugaki dendam lama, dua kelompok Organisasi Daerah (Organda) di kampus Universitas Islam Makassar bentrok. Gara-gara itu bentrokan, luka parahki salah satu ketuanya. Parahnya luka yang dia alami, karena nakennaki tebasan samurai. Ini kejadian terjadi tanggal 1 November 2018 kemarin.

Kalo diingat-ingatki kejadiannya, di Makassar paling sering memang bentrok mahasisswa Organdanya. Tidak terjadi di kampus UIM saja tapi juga sering terjadi di kampus lain. Biasa juga melibatkan bebera kampus yang sama-sama Organdanya. Anehnya biasa alasan sepeleji. Misal kan tersinggung, atau tidak sengaja diserempet kendaraan, ada juga karena alasan berebutan pacarki. Akhirnya karena membela sesama daerah atau sukunya bentrokmi. Bisa juga karena dendam lama sehingga munculmi gelora balas dendam yang terjadi berulang-ulang dan turun temurun. Parahnya lagi karena setiapki tawuran pasti ada saja senjata tajam yang nabawa selain batu. Mulai dari badi, senjata api rakitan, panah, hingga ukuran samurai. Jadi kelihatan siap sekaliki memang untuk baku lawan.

Mahasiswa sejatinya agen perubahanki. Atau istilah kerenna agent of change. Semangat perubahan melekatki pada diri mahasiswa. Tapi karena tidak adanya pandangan jelas tentang arah perubahan yang ingin dilakukan, akhirnya semangat perubahan itu tertuang pada jalan yang keliru. Ini mi yang terjadi pembelaan mati-matian terhadap suku atau daerahnya. Kuat sekali ikatan kesuskuannya. Ini mi justru yang menjadi alasan mendasar terjadinya bentrok.

Ikatan kesukuan yang dicontohkan di atas merupakan ikatan ‘ashabiYah. Hal ini merujukki’ dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Wasilah bin al ‘Asqa ra mendengar bapaknya berkata yang artinya : “Saya (bapak Watsilah bin al Asqa’ ra) bertanya, “ Yaa Rasulullaah, apa ‘ashabiyah itu? Beliau menjawab, “Kamu menolong kaummu atas kedzaliman” (HR. Imam Abu Dawud)

Kalo dilihatki yang dinamakan ikatan kesukuan itu ikatan yang lemah. Allah swt memang naciptakan manusia dari berbagai bangsa dan suku. Seperti dalam Q.S Al Hujurat ayat 13 yang artina : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptkan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu bebangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal…"

Jadi esensi naciptakannyaki Allah swt bersuku-suku itu agar saling mengenal. Tidak ada satu suku pun yang lebih mulia dibandingkan suku lainna. Nategaskan kembali oleh Allah swt dalam lanjutan ayat Q. S Al Hujurat di atas bahwa “…Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa…”

Seringna muncul perkelahian antar Organda membuktikan bahwa begitu lemahki keimananna. Ikatan yang menjadi penguat didalam oragnisasi hanya ikatan kepentingan. Karena kalo diantara mereka ada yang bersinggungan sering tonji konflik. Sementara muncul semangat juang membela suku atau daerahna kalo baku lawan dengan suku atau daerah lain.

Jadi, mungkin menjadi masukan bagi seluruh mahasiswa atau Organda-Organda. Hilagkan mi rasa membanggakan suku atau daerahta sendiri. Apalagi kalo kebanggan itu hanya sebagai bentuk eksistensi diri. Kembalimi kita renungkan bahwa di mana pun kita dilahirkan, darah dari suku manapun yang mengalir dalam tubuhta itu merupakan karunia Allah swt. Kita semua ini satu. Apalagi sesama Muslim. Muslim yang satu dengan muslim yang lain itu bersaudara. Kita sama-sama diciptakan oleh Allah swt. Inimi yang harus kita perjuangkan dan pertahankan. Kesatuan ukhuwah dan aqidah. Sementara jika kita berbeda keyakinan dan agama saling menghormati selama pada batas-batas yang sewajarnya pula.

Kecintaan mendalam pada suku dan daerah, akan membuat kita fanatik buta. Menganggap suku dan daerah lain lebih rendah. Dan tanpa sadar bisa menyulut pertumpahan darah.

Wallahu a’lam bishawab


*MAHASISWA, ‘ASHABIYAH MEMBUNUHMU*
Oleh : Ridha Zinnirah
(Anggota Komunitas Revowriter Makassar)
Mahasiswa, "Ashobiyah Membunuhmu"! Rekatkan Ukhuwah Islamiyah Reviewed by admin on November 06, 2018 Rating: 5   Didugaki dendam lama, dua kelompok Organisasi Daerah (Organda) di kampus Universitas Islam Makassar bentrok. Gara-gara itu bentrokan, luka...