728x90 AdSpace

KSHUMI Sebut #JanganSuriahkanIndonesia adalah Mantra Penebar Teror


Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan menyebutkan bahwa opini melalui #JanganSuriahkanIndonesia adalah bentuk penyebaran teror di tengah masyarakat.

“Sekarang muncul opini keji terhadap HTI ‘Jangan Suriahkan Indonesia, bahaya HTI terhadap Pancasila’. Slogan ini terus disebarkan dengan tujuan agar masyarakat menolak dan menjauhi dakwah HTI. Mantra ini terus disebarkan agar muncul ketakutan yang luas, meneror setiap jiwa-jiwa, hingga akhirnya menghilangkan nalar dan logika berpikir,” katanya kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Kamis (08/11/2018).

Menurutnya, jika muncul ketakutan dan logika berfikir hilang, maka dikhawatirkan akan muncul tindakan kekerasan terhadap anggota HTI. Apabila itu terjadi maka para penebar ‘mantra’ ini telah melakukan pidana pasal 14 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Pidana yaitu menyebarkan kebohongan yang mengakibatkan kegaduhan di tengah-tengah rakyat.

Chandra menilai, dakwah HTI tidak pernah menggunakan kekerasan dan menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun terkait dakwah khilafah oleh HTI, menurutnya hal itu sesuai ajaran Islam.

“Jika tidak setuju dengan ajaran Islam yaitu khilafah, maka berdiskusilah, mengajilah. Jangan malah mengkriminalisasi, menebar tuduhan keji terhadap ajaran Islam. Bertaubatlah, khawatir Allah SWT murka terhadap diri dan keluarga,” tuturnya.

Ia kemudian menjawab pertanyaan kenapa dakwah HTI di beberapa negara dilarang. “Jangankan HTI, Rasulullah SAW saja di tempat kelahirannya saja dilarang oleh penguasa Quraisy, dimusuhi,” kata Chandra.


“Rasulullah diopinikan sebagai pemecah belah bangsa Arab, pengikutnya disiksa, kemudian diboikot selama 2 tahun, diusir dan diperangi. Tetapi dakwah terus dilaksanakan karena itu adalah perintah dari Pemilik jagat raya ini,” tukasnya.

KIBLAT
KSHUMI Sebut #JanganSuriahkanIndonesia adalah Mantra Penebar Teror Reviewed by admin on November 08, 2018 Rating: 5 Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan menyebutkan bahwa opini melalui #JanganSuriahkanIndonesia a...