728x90 AdSpace

Ketika Muslimah Diperlakukan Rasis di Bandara Austria, Hingga Ditanya Soal Pernikahan


Seorang oknum polisi di Austria dituduh mengeluarkan pernyataan rasis terhadap sekelompok Muslimah muda di negeri tersebut. Polisi itu diduga mengeluarkan pernyataan saat 20 perempuan muda melewati tempat pemeriksaan paspor di Bandar Udara Internasional Wina.

Esma Aiad, salah seorang dari kelompok tersebut, mengatakan kepada kantor berita Anadolu, mereka baru pulang dari kunjungan ke Istanbul dan Cappadocia, Turki. Kemudian seorang polisi di tempat pemeriksaan paspor bertanya kepada dua anggota kelompok itu yang bercadar, “Mereka menikahi kami secara paksa di Istanbul, ‘kan?”

Remaja perempuran tersebut berusaha berbicara dengan polisi. Tapi ia menolak berbicara atau menyebutkan nomor lencananya dan juga mengancam salah seorang anggota kelompok tersebut.

“Pernyataan polisi tersebut rasis, bersifat diskriminasi. Itu bukan omongan ringan atau kelakar,” kata perempuan tersebut, Senin (5/6).

“Pernyataan yang ia ucapkan terhadap teman-teman saya, perlakuan kasarnya ketika saya mendekati dia untuk berbicara, dan penolakannya untuk memberikan nomor lencana adalah melanggar hukum.”

Kelompok perempuan muda itu ingin mengajukan tuntutan pidana terhadap pelaku tindakan rasis yang mereka hadapi.

Johann Baumschlager, seorang juru bicara polisi, mengatakan mereka akan menyelidiki peristiwa tersebut dan menanyai polisi itu mengenai dugaan pernyataan rasis tersebut.

Pada Oktober 2017, bandar udara di Wina juga menyaksikan rombongan warga negara Turki menjadi sasaran penggeledahan dengan menggunakan anji pelacak.

REPUBLIKA
Ketika Muslimah Diperlakukan Rasis di Bandara Austria, Hingga Ditanya Soal Pernikahan Reviewed by admin on November 06, 2018 Rating: 5 Seorang oknum polisi di Austria dituduh mengeluarkan pernyataan rasis terhadap sekelompok Muslimah muda di negeri tersebut. Polisi itu di...