Kabar Gembira Bagi Pemimpin Adil, ANCAMAN Keras Bagi Pemimpin Zalim









KABAR GEMBIRA BAGI PEMIMPIN ADIL, ANCAMAN KERAS BAGI PEMIMPIN ZALIM

Menjadi pemimpin adalah amanah. Ketika seseorang mendapatkan amanah tersebut mampu bertindak adil terhadap rakyatnya dan menjalankan kepemimpinannya berdasarkan syariah-Nya, maka akan mendapatkan pahala yang besar.

Hal ini, dengan jelas disebutkan dalam beberapa dalil. Di antaranya adalah sabda Nabi saw yang menyebutkan sebagai golongan pertama dari tujuh golongan yang mendapatkan naungan pada hari Kiamat. Rasulullah saw bersabda.
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِى ظِلِّهِ ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ إِمَامٌ عَادِلٌ
Ada tujuh kelompok yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya yaitu: Pemimpin yang adil (HR al-Bukhari dan Muslim).

Sebaliknya, ketika tidak bertindak adil kepada rakyatnya, bahkan menzalimi mereka, serta menyimpang dari syariah-Nya, maka mendapatkan ancaman yang sangat keras. Di antaranya adalah tidak mendapatkan syafaat dari Rasulullah saw pada hari Kiamat. Rasulullah saw bersabda:
صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي: إِمَامٌ ظَلُومٌ، وَكُلُّ غَالٍ مَارِقٍ
Dua golongan umatku yang keduanya tidak akan pernah mendapatkan syafa’atku: pemimpin yang dzalim dan orang yang berlebihan (dalam beragama) hingga keluar (darinya) (HR. Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir).

Tentang kedua tipe pemimpin tersebut, Rasulullah saw bersabda:
« إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ »
Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim (HR al-Tirmidzi).

Patut dicatat, ancaman keras tidak hanya ditujukan kepada pemimpin zalim saja, tetapi juga mereka yang mendukung dan membantu pemimpin zalim itu. Rasulullah saw bersabda:
اسْمَعُوا هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَتَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ مَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يَدْخُلْ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ
Dengarkanlah. Apakah kalian telah mendengar tentang akan adanya para pemimpin setelahku. Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan kedustaan mereka dan membantu kezaliman mereka, maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak bisa mendatangi telagaku (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka, dan tidak membenarkan kedustaan mereka, dan (juga) tidak membantu kezaliman mereka, maka dia adalah bagian dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telagaku (di hari kiamat).” (HR. Ahmad dan al-Nasa’i dari Ka’ab bin ‘Ujrah).

Waspadalah. Jangan sampai kita menjadi pemimpin zalim dan pendukung mereka. WaL-lah a’lam bi al-shawab.






Promo