-->

Irkham Fahmi: BANSER SEDANG COBA MENSURIAHKAN INDONESIA







 Maling teriak maling. Itulah ibarat yang pantas bagi kelompok Banser saat ini. Menuduh golongan lain radikal, padahal merekalah yang radikal. Kekerasan fisik maupun verbal sudah terbiasa mereka lakukan. Dengan tanpa beban mereka berteriak-teriak akan membunuh orang-orang HTI, dan menyuruh aparat untuk menembak mati orang-orang yang mengibarkan bendera Tauhid.

Jangankan pengajian orang-orang HTI yang lantang memperjuangkan Khilafah, pengajian jama'ah MTA (majelis tafsir Al-Qur'an) dan kelompok "salafi" yang tidak memprioritaskan Khilafah pun mereka bubarkan dengan brondongan ancaman. Serasa yang layak berdakwah di Indonesia hanya mereka, yang lain tidak.



Bukan hanya itu, merekapun semangat sekali latihan perang ala militer, dengan alasan untuk memerangi kelompok Islam radikal semacam FPI dan HTI. Ketika banyak kalangan militer yang mengecamnya agar tidak berlebihan, mereka justru sesumbar, bahwa Banser akan menang jika duel satu lawan satu melawan TNI dengan tangan kosong.

Jelas sekali, apa yang dilakukan Banser saat ini benar-benar mengancam kondusifitas negara. Nasehat tidak pernah digubris olehnya. Kritikan pun tidak pernah diperdulikan oleh mereka. Ajakan diskusi yang elegan yang disampaikan oleh rekan-rekan HTI dibalas oleh mereka dengan ancaman pembunuhan.

Jutaan umat Islam yang melakukan 'aksi damai', mengecam pembakaran bendera Tauhid oleh beberapa orang Banser di Garut malah dibalasnya dengan ancaman perang. Bukannya para petinggi mereka meminta maaf atas kesalahan anak buahnya, justru mereka malah mengancam dengan mengerahkan pasukan.

Banser coba merusak tatanan budaya diskusi dan musyawarah yang selama ini mengakar di Indonesia. Mereka coba merubahnya dengan budaya kekerasan ala preman jalanan. Cacian dan umpatan seolah menjadi stigma bagi mereka. Anehnya, semua itu dilakukan seperti tidak ada perasaan bersalah sedikitpun. Mungkin itu adalah buah hasil dari doktrin mereka, Banser itu ahli surga, yang lain ahli neraka.

Membubarkan pengajian itu merupakan amal shaleh bagi mereka. Membunuh orang-orang yang mengibarkan bendera Tauhid itu merupakan amal kebajikan bagi mereka. Semua itu jaminannya adalah surga. Inilah doktrin berbahaya yang ada pada diri mereka. Mirip ISIS yang di Suriah. Dan Indonesia terancam menjadi Suriah di Asia Tenggara.

Orang-orang yang sepakat dengan ide Khilafah akan dibombardir rumahnya. Diusir, agar tidak lagi hidup di Indonesia. Siapa saja yang mengajak untuk diskusi baik-baik bakal digebukin oleh mereka. Sebab mereka sudah mempunyai prinsip, bahwa tidak boleh ada diskusi dengan orang-orang yang pro dengan Khilafah, tidak ada kompromi dengan siapa saja yang mengibarkan bendera Tauhid. Yang ada hanya satu kata, "Gebuk!". Begitulah sikap mereka.

Untungnya tidak ada balasan sedikitpun dari orang-orang HTI atas tindak kekerasan mereka. Bukan tanpa alasan mereka tidak mau membalasnya, mereka tidak mau membalas karena mereka masih menganggap Banser sebagai saudaranya. Mereka menyadari, bahwa tidak ada yang diuntungkan dari keduanya apabila pertikaian itu melanda. HTI akan hancur, FPI akan hancur, Banser akan hancur, Indonesia pun terancam akan hancur layaknya apa yang terjadi di Suriah sana.
Na'uudzubillaah

Allaahummarhamnaa Bil Ukhuwwah
Irkham Fahmi al-Anjatani

-----------------------------

Indonesia Tetap Indonesia Tak Akan Jadi Suriah

1. Indonesia tak akan jadi Cina, tak akan jadi Amerika Serikat, tak akan jadi Inggris, tak akan jadi Singapura, Malaysia, Suriah, Palestina, Uganda, Rwanda, Kashmir, Iraq, atau Malaysia. In syaa Allah, #IndonesiaTetapIndonesia.

2. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Karena Suriah bagian Negeri Syam yang Allah tetapkan sebagai Ardhul Mubarak (Negeri yang Diberkahi): Al-Quran Al-Israa’ 1; Al-Anbiyaa’ 71; Al-A’raaf 137. Sedangkan Indonesia hanya diberkahi Allah jika penduduknya bertaqwa: Al-A’raaf 96.

3. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Karena Suriah bagian dari Negeri Syam yang didoakan secara khusus oleh Rasulullah ﷺ keberkahan negeri dan warganya.

4. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Karena tak seperti Indonesia, Suriah bagian dari Negeri Syam tanah kelahiran para Nabi dan Rasul yang dipilih Allah membawa risalah Ilahiyah.

5. Nabi Ibrahim, Nabi Luth, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Ayub, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Isa adalah diantara mereka yang hidup dan wafat di Suriah dan Syam.

6. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Karena tidak seperti Indonesia, Suriah bagian dari Negeri Syam, negeri para Syuhada dari kalangan Sahabat Rasulullah ﷺ.

7. Diantara Sahabat yang syahid dan dikuburkan di Suriah, Bilal bin Rabah, Abu Hurairah, Abu Darda’, Muadz bin Jabal, Khalid bin Walid, Shuhaib bin Sinan, Dhahiyah Al-Kalbi. Para Syuhada tidak mati, tapi hidup di sisi Allah (Al-Quran surah Aali Imran 169).

8. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Orang Indonesia dikenal santun berbudi luhur. Tapi warga Suriah “Ahlu asy-Syam” terkenal mulia akhlaqnya, bukan semata karena “orang Timur” atau “beradat ketimuran”, tapi karena cinta kepada akhlaq adab Rasulullah ﷺ & sahabatnya.

9. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Karena tidak seperti Indonesia, selama 1.156 tahun Suriah bagian dari Negeri Syam yang ibukotanya Baitul Maqdis, yang telah menjadi pusat perdamaian regional Timur Tengah. Sejak dibebaskan oleh Khalifah ‘Umar bin Khattab.

10. Indonesia istimewa, tapi tak pernah berperan sepenting itu di dunia internasional dalam kurun selama itu.

11. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Karena Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 tahun. Sedangkan Suriah bagian dari Syam dijajah oleh Prancis “hanya” selama 29 tahun.

12. Suriah porak-poranda sejak dijajah Prancis sebagai hasil persekongkolan Prancis-Inggris bernama Sykes-Picot Agreement yang membagi Negeri Syam menjadi empat (1916): Suriah-Lebanon dijajah Prancis; Palestina-Yordania dijajah Inggris.

13. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Karena sejak merdeka 1946, Suriah sudah mengalami sedikitnya lima kudeta militer yang membubarkan pemerintah yang sah. Kudeta terakhir dilakukan Hafez Assad, ayah Bashar Presiden Suriah yang sekarang, pada 8 Maret 1963.

14. Dengan kekerasan militer Hafez Assad merampas kekuasaan secara inkonstitusional dari pemerintah sah Presiden Nazim Al-Qudsi. Sedangkan kudeta militer di Indonesia bisa dibilang tak pernah berhasil.

15. Dalam Dokumentasi sejarah Aljazeera “The Reckoning”, Hafez berkomplot dgn organisasi rahasia Komite Militer Partai Sosialis Arab Baats. Anggota intinya empat orang: etnis Syiah Alawiyah dua orang, termasuk Hafez, etnis Syiah Ismailiyah dua orang.

16. Kelak ketiga kawan komplotannya itu satu persatu dipenjara, dibunuh, atau diusir ke luar Suriah, oleh Hafez ayah Bashar.

17. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah karena belum ada

satupun dinasti keluarga Indonesia yg dengan kejam mempertahankan kekuasaan seperti Dinasti Assad Suriah selama 47 tahun. Hafez berkuasa dari tahun 1971 sampai 2000, diwariskan kepada anaknya sejak 2000 sampai 2018 ini.

18. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Karena sesudah Reformasi Politik 1999, mekanisme kontrol kekuasaan saat ini tidak memungkinkan lagi satu partai berkuasa secara mutlak sendirian di Indonesia.

19. Partai Sosialis Arab Baats berkuasa sendirian di Suriah lewat teror, penangkapan, penyiksaan, pembunuhan, dan pengusiran selama 47 tahun.

20. #IndonesiaTetapIndonesia tak jadi Suriah, karena tidak seperti di Suriah, sejak merdeka tahun 1945 belum ada satu orang presiden pun di Indonesia tega menteror rakyat dan merekayasa hasil Pemilu sehingga memenangkan 100% suara.

21. ‘Pemilu’ Suriah:
1971: 99,2% Hafez Assad
1978: 99,9% Hafez Assad
1985: 100% Hafez Assad
1991: 99,9% Hafez Assad
1999: 100% Hafez Assad
2000: 99,7% Bashar Assad
2007: 99:8% Bashar Assad
2014: 88,7% Bashar Assad

22. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Karena pemerintah atau rezim Indonesia, sezalim apapun, tak punya rekam jejak seperti rezim Assad.

23. Demi pertahankan jabatan presiden dan kekuasaan kelompoknya, sejak 2011 Assad dibantu Iran, Rusia serta kelompok militan Lebanon, Iraq dan Afghanistan menteror dan membantai ratusan ribu warga Suriah sendiri.

24. Teror, pembantaian, penghancuran dan pembumihangusan kawasan-kawasan warga Suriah itu terjadi di Dara’a, Homs, Hama, Yarmouk, Ghouta, Aleppo, Lazakia, Idlib.

25. Rezim Suriah lakukan kekejaman atas warganya sendiri dengan menggunakan bom-bom gentong, pesawat tempur, helikopter, tank, meriam-meriam, roket-roket senjata kimia.

26. Kelompok yang menamakan diri —atau disebut— “ISIS” memperburuk situasi. Menjadi cap negatif bagi warga Suriah yang sedang membela diri melawan kezaliman rezim Assad.

27. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Karena mayoritas warga Indonesia adalah Muslimin yang kakek moyangnya Mujahidin yang memerdekakan tanah air ini dengan darah dan nyawanya.

28. Muslimin Indonesia adalah anak cucu pendukung jihad lawan penjajah Belanda, sejak Fatahillah, Imam Bonjol, Diponegoro, Hasanuddin, Teuku Umar, sampai Soekarno-Hatta, Kiai Noer Ali dan Bung Tomo.

29. Mayoritas Muslimin Indonesia inilah yang para ulama dan pemimpinnya membentuk dan mendirikan Republik Indonesia.

30. Mereka pulalah yang merumuskan Panca Sila di naskah yang direncanakan jadi teks Proklamasi yang sesungguhnya yaitu Piagam Jakarta, yang jadi Mukaddiman UUD ‘45.

31. Mereka jugalah yang lewat Mosi Integral Mohammad Natsir mempertahankan Republik Indonesia agar tetap menjadi negara kesatuan, saat sejumlah tokoh politik pusat dan daerah menghendaki negeri ini jadi federasi.

32. Mereka jugalah yang memperkuat Tentara Nasional Indonesia (TNI) di saat-saat genting 1945, 1947, 1948, dan 1965.

33. #IndonesiaTetapIndonesia, tak jadi Suriah. Karena secara sejarah dan syariah Indonesia tidak dijamin keberkahannya oleh Allah dan Rasulullah ﷺ tidak seperti Suriah.

34. Di sisi lain, Indonesia tak jadi Suriah, karena rakyat Indonesia in syaa Allah masih Allah beri kemampuan untuk mencegah berkuasanya pemimpin dan komplotannya yang menjadi monster bagi rakyatnya sendiri, seperti yang sedang berlangsung di Suriah.

35. #IndonesiaTetapIndonesia Ya Allah, berkahilah Indonesia karena telah membela saudara-saudaranya yang dizalimi di Suriah. Ya Allah, hancurkanlah semua orang di Indonesia yang ingin berkuasa secara zalim seperti Bashar Assad di Suriah.

36. #IndonesiaTetapIndonesia We love you fii Sabiilillaah. 😊❤️💐✊

(dari twitter @sahabatalaqsha 04-11-2018 )






Promo