-->

Irkham Fahmi al-Anjatani: PERCUMA KAU MENGHADANG HTI






PERCUMA KAU MENGHADANG HTI
Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani


Upaya penjegalan dakwah Hizbut Tahrir (Indonesia) nampaknya belum kunjung reda. Dari hari ke hari media coba memframing HTI, dengan maksud agar masyarakat antipati kepadanya. Forum-forum diskusi banyak diselenggarakan guna mendoktrin masyarakat agar alergi dengan istilah Syariah dan Khilafah sebagaimana yang HTI usung.

Tahukah kalian, upaya-upaya penjegalan semacam ini bukan baru kali ini terjadi ?.. jauh-jauh hari sebelum itu, ketika pertamakali Hizbut Tahrir berdiri, ia sudah mendapat tekanan yang luar biasa, khususnya dari kaum kafir Yahudi. Berbagai fitnah dan intimidasi kaum Yahudi terhadap Hizbut Tahrir kerap dilakukan bertubi-tubi. Bahkan, Syaikh Taqiyuddin Annabhani (Pendiri HTI), gugur di dalam tahanan setelah dikriminalisasi dan diintimadasi "wayang-wayang" Yahudi.

Bukan tanpa alasan bagi orang-orang Yahudi melakukan semuanya itu, sebab, bagi mereka tegaknya Syariah dan Khilafah adalah alarm kematian bagi eksistensi penjajahannya. Umat Islam di seluruh dunia akan kembali bersatu dan tamatlah riwayat kaum kafir penjajah.



Sebuah fakta yang patut dipikirkan bagi para penghadang. Apakah setelah itu Hizbut Tahrir bubar ? Apakah setelah itu ide penegakkan kembali Syariah dan Khilafah sirna ?

Tidak! justru Hizbut Tahrir semakin tersebar di berbagai negara. Di Turki, Palestina, Mesir, Tunisia, Yaman, Suriah, Sudan, India, Bangladesh, Denmark, Belanda, Inggris, Malaysia, Indonesia dan yang lainnya. Termasuk di Yordania, Saudi Arabia dan sebagainya, muslim-muslim Pro Syariah dan Khilafah ada di sana, meskipun mereka tidak terdaftar sebagai organisasi resmi negara.

Allahu Akbar.. Orang-orang Yahudi yang dahulu menghadang dakwah Hizbut Tahrir
kini telah mati, tetapi Hizbut Tahrir masih tetap eksis sampai saat ini. Para penghadang dakwah HT(i) melancarkan berbagai aksi, tetapi HT(i) masih tetap ada hingga kini. Bahkan, gagasan Syariah dan Khilafah semakin trendi di bumi pertiwi.

Bayangkan, KH. Abdullah bin Nuh (Bogor) dahulu hanya membawa satu orang aktifis Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia. Dan saat ini, dari satu orang itu, sudah berapa banyak orang yang mengikuti langkah dakwah HT(i). Belum lagi orang-orang yang setuju dengan HT(i) tetapi tidak secara resmi bergabung dengan HT(i).

Lalu, mau sampe kapan Kau menghadang HT(i) ? .. sampe Kau matipun HT(i) akan tetap eksis, bahkan semakin masif. Bukan apa-apa, sejarah awal berdirinya HT(i) sudah membuktikannya. Dan ini satu pertanda bahwa tegaknya Syariah dan Khilafah tinggal sebentar lagi.

Benarlah janji Allah dalam Qs. Annur ayat ke 55 itu, bahwa Allah akan menjadikan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh berkuasa di muka bumi, guna menghalau eksistensi kaum kafir penjajah semacam Tiongkok, Amerika dan Yahudi.

Allahu Akbar






Promo