Doh Wiranto Sebut Aksi 211 Mubadzir, DPFPI: "Pak ... Anda sudah tua. Anda sudah gaek. Lebih baik taubat."









Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menganggap Aksi Bela Tauhid hari ini sebagai gerakan yang sia-sia. Wiranto menganggap permasalahan yang berawal dari pembakaran bendera bertuliskan Tauhid ini sudah selesai.

Pelaku, kata Wiranto, sudah meminta maaf. Organisasi induknya yakni Banser juga sudah meminta maaf dan menyesalkan aksi itu. Tak hanya itu, permasalahan ini juga sudah diproses hukum.

"Apakah perlu lagi? Mubazir dengan apa perlu sama, bahasanya sama. Memang kita harapkan ya sayang sekali, berpanas-panasan untuk melakukan suatu tuntutan yang sudah dilakukan," kata Wiranto di Kompleks Istana Bogor ini, Jumat (2/11).

"Saya kan katakan tadi, apakah perlu lagi? Mubazir dengan apa perlu sama, bahasanya sama," ujar Wiranto. "Memang kita harapkan ya sayang sekali, berpanas-panasan untuk melakukan suatu tuntutan yang sudah dilakukan."

Meski menganggap aksi ini Mubadzir, Wiranto berharap agar demonstran tetap bisa menjaga ketertiban selama berlangsungnya aksi tersebut. Wiranto juga berjanji ia akan segera menemui perwakilan demonstran untuk mendengar tuntutan mereka.

Menganggapi penyataan Wiranto, anggota Dewan Pembina Front Pembela Islam (FPI) Muchsin Alatas meminta agar Menko Polhukam itu segera bertaubat. Muhsin menganggap Wiranto seorang yang anti kalimat tauhid.

Tanggapan itu dilontarkan Muchsin melalui pengeras suara di mobil komando saat aksi Bela Tauhid berada di Patung Kuda Arjuna, Jakarta. "Pak Wiranto, anda seorang muslim," kata Muchsin. "Anda sudah tua. Anda sudah gaek. Lebih baik taubat."

Selain itu, Muchsin juga tersinggung ketika Wiranto yang meminta pihak anti Pancasila meninggalkan Indonesia. Menurut Muchsin, ucapan itu ditujukan untuk massa aksi bela tauhid yang memprotes pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat.

Malah, Muchsin menilai justru Wiranto lah yang anti Pancasila. Dia menjelaskan bahwa Pancasila mengandung kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa, yakni pada sila pertama.

Muchsin juga menilai Wiranto sebagai mantan prajurit TNI, telah mengabaikan Sapta Marga. Dalam salah satu poin Sapta Marga menyebutkan bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sebelumnya, Aksi Bela Tauhid sempat mencuri perhatian warganet. Mereka membuat tagar #aksibelatauhid211 dan meramaikannya hingga menjadi trending topik Twitter.

WOWKEREN/CNN Indonesia






Promo