Cegah Pemurtadan dengan Maksimalkan Koordinasi Lembaga Filantropi







Komite Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia (KDK-MUI) akan memaksimalkan koordinasi dengan lembaga filantropi untuk mencegah pemurtadaan.

Hal itu terungkap dalam Seminar Nasional bertajuk ‘Melindungi Umat, Mencegah Pemurtadan’ yang digelar Komite Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia (KDK-MUI). “Kami juga mengharap optimalisasi atau maksimalisasi peran dan fungsi Komite Dakwah Khusus sebagai lembaga koordinatif bagi lembaga-lembaga filantropi,” ungkap Wakil Sekretaris KDK MUI Teten Romly Qomaruddin di gedung MUI Pusat Jakarta, Senin (19/11/2018).

Menurutnya, koordinasi itu meliputi strategi di bidang hukum, opini, dan politik. Pertemuan itu juga bertujuan untuk menguatkan kembali Komite Dakwah Khusus MUI Pusat dalam menjalani fungsi pokoknya.

Diketahui, KDK-MUI mempunyai 3 fungsi pokok yaitu membina kader, pembentengan aqidah umat dan penangkalan. Romly menjelaskan, fungsi pertama dilakukan dengan membina kader dengan cara pelatihan dan kursus- kursus singkat untuk menghidupkan kembali tradisi ilmiah dan turats yang telah dirintis oleh para pendahulu terkait kristologi.

Dalam hal pembentengan, KDK-MUI Pusat juga didorong untuk segera membentuk KDK daerah. Nantinya, daerah yang diprioritaskan adalah daerah yang telah dinyatakan rawan pemurtadan.

“Kami juga mendorong KDK untuk melakukan penangkalan yang lebih masif dan agresif,” tandasnya

Seminar Nasional bertajuk ‘Melindungi Umat, Mencegah Pemurtadan’ menghadirkan Sekjen MUI KH. Anwar Abbas, Peneliti INSIST Adian Husaini, dan Ketua KDK Abu Deedat Syihabufdin. Acara itu juga mendorong KDK menjadi rumah perjuangan bagi penyelamatan aqidah umat baik secara Ilmiah maupun di lapangan. kiblat.net






Promo