728x90 AdSpace

Alhamdulillah! Begini Keterangan Resmi Habib Rizieq Syihab Sendiri Soal Kasus Bendera di Saudi


 Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab akhirnya memberikan keterangan soal kasus bendera di Saudi. Berikut keterangan Habib Rizieq dari Saudi yang dikutip dari channel youtube front TV:

Memang ada satu pihak entah satu orang atau lebih telah menempelkan dengan dobel tip, suatu poster di dinding rumah saya, tempat inggal saya bagian belakang rumah. Sehingga rumah kami didatangi aparat keamanan Saudi, mereka dengan ramah dengan santun kemudian meminta saya menemui mereka di lapangan parkir di belakang rumah saya. Dan pada saat saya keluar dari rumah, poster yang saya sebutkan tadi sudah tidak ada, sudah dicabut oleh aparat keamanan saudi.

Dalam pertemuan saya dengan aparat Saudi, mereka meminta kesediaan saya untuk ikut ke kantor polisi dalam rangka dimintai keterangan, dan saya setuju. Maka tidak betul kalau saya ditangkap, saya ditahan, rumah saya disergap dan digeledah, semua bohong.

Yang ada mereka datang, menurunkan poster, dan mereka minta kesediaan saya memberikan keterangan. Ada tiga pertanyaan utama. Pertama, apakah saya yang menempelkan poster tersebut, maka dengan tegas saya katakan bukan. kedua, apakah saya tahu sa[a yang menempel poster. saya jawab tidak tahu. Ketiga, apakah saya ada menduga atau mencurigai, ada pihak tertentu yang ingin mencelakai saya, di bagian ketiga ini saya cerita cukup panjang.

Saya ceritakan posisi saya tentang apa yang saya hadapi selama ini, tentang upaya dari beberapa pihak untuk mencelakakan kami sekeluarga. Pihak kepolisian Saudi menggali informasi yang banyak terkait pertanyaan yang nomor tiga. Sehingga pemeriksaan berlangsung hingga tengah malam. Karena sudah tengah malam, mereka meminta saya menginap saja di sana, karena ada beberapa bagian yang harus dirapikan terkait dengan admistrasi. keesokan harunya dianjutkan satu, dua, pertanyaan dan dirapikan keadministrasian.

Saat itu pihak kepolisian menyatakan saya sebagai korban. Jadi bukan saya sebagai pelaku kejahatan, bahkan polisi memahami betul ada pihak-pihak yang saat ini masih dicari karena ingin memfitnah saya terkait dengan organiasai ISIS, tindak terorisme dan sebagainya. Tapi alhamdulilah pihak keamanan saudi cukup teliti, dan mereka jeli dalam menggali keterangan, dan memutuskan saya sebagai korban.

Pada saat saya ingin kembali, tentu harus ada admistrasi yang diselesaikan. Saat itu, utusan dari pak Konjen di Jeddah untuk pendampingan kekonsuleran. tapi memang saat itu masalah sudah selesai, dan tinggal pulang. Saya pulang, utusan dari Konjen ikut pulang dan ke rumah saya, sehingga saya bisa bercerita semuanya.

Besoknya saya kembali dipanggil, dan didampingi dari KJRI. Begitu sampai di sana (kantor polisi.red), saya tidak ada pemeriksaan dan kasus saya selesai. Tapi pihak kepolisian Saudi meminta kesediaan saya untuk melaporkan kejadian ini karena ada kejadian yang membuat mereka tersinggung. Di mana ada seseorang yang meletakkan poster di belakang tembok rumah saya, kemudian mereka diduga bersembunyi di salah satu gedung di sekitar tempat tinggal kami, kemudian saat saya berdialog dengan pihak kepolisian, mereka mengambil gambar dengan kamera jarak jauh.

Kemudian foto tersebut disiarkan ke Indonesia ini membuat kepolisian saudi sangat marah. Karena yang mereka lakukan hanya rutinitas biasa, hanya ada poster yang dipasang di sebuah rumah kemudian dia panggil pengunhi rumah. Itu rutinitas standar, karena poster apapun tidak boleh dipasang di rumah tinggal di Saudi. Andai saya cinta bendera merahputih, saya tempel di dinding rumah saya, itu tidak boleh. Hanya boleh di kantor khusus milik pemerintah Indonesia.

Saya buat laporan dan mereka senang, pihak aparat keamanan akan mengejar mereka. Yaitu mereka disebut melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap pengguni rumah, mereka juga dituntut dengan UU ITE yang ada di saudi dengan ancaman 15 tahun penjara. Bahkan bisa dikenakan UU spionase, karena kalau terbukti mereka melakukan gerakan intelijen asing di dalam wilayah negara Saudi Arabia, mereka bisa dikenakan hukuman pancung. Karena itu saya sepakat untuk membuat laporan.

Pihak keamanan Saudi sudah melauakn olah TKP, melakukan penggledahan. Kita doakan pelakunya tertangkap. Saya juga diminta membuat daftar orang-orang yang saya curigai yang melakukan gerakan memata-matai segala kegiatan saya selama di saudi. Dan saya tahu betul siapa yang bermain, baik yang datang dari Indonesia ataupun warga negara indonesia yang mukim di Saudi Arabia yang direkrut untuk memata-matai saya. Daftar ini sedang saya buat.

KIBLAT
Alhamdulillah! Begini Keterangan Resmi Habib Rizieq Syihab Sendiri Soal Kasus Bendera di Saudi Reviewed by admin on November 09, 2018 Rating: 5  Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab akhirnya memberikan keterangan soal kasus bendera di Saudi. Berikut keterangan...