728x90 AdSpace

Ada Aksi Ada Reaksi, Jangan Sinis dengan Aksi Umat, Apalagi Ajaran Islam, Biar tak Disinis-i Allah di Hari Kemudian


.
Tahun-tahun ini aksi-aksi bernuansa Islam marak. Ke depan akan semakin marak. Tersebab makin merekat semangat persatuan umat. Namun di balik aksi, selalu tercecer pandangan sinis yang terkadang memancing emosi.
.
Tenang, saudaraku. Mereka yang sinis boleh jadi karena belum memiliki kesamaan pemahaman tentang Islam. Kita pun dulu mungkin adalah orang yang sinis terhadap agama. Tak mudah menerima kebenaran. Tak gampang tergerak hati membela Islam. Jika bukan karena dakwah menghampiri. Jika bukan karena hidayah Ilahi. Mungkin kita masih berada di posisi ini.
.
Inilah pentingnya edukasi. Mengajak, jangan mengejek. Nah, kalo boleh dirangkum, berikut sinisme itu. Woles ya, gak usah ngegas...😉
.
1. Paling-paling aksi untuk dapat nasi bungkus
.
Rendah sekali penilaian seperti ini. Menunjukkan kerendahan derajat diri. Membiayai aksi diri sendiri itu mudah sekali. Sebab, ini dorongan spiritual yang tak mengejar bayaran. Sebaliknya, membutuhkan pengorbanan. Biayanya bisa seharga 30 nasi bungkus. Yang dari luar kota malah bisa mencapai seharga 300 nasi bungkus. Cuma peserta aksi yang tahu, nikmatnya membela agama itu tak serendah sebungkus nasi.
.
2. Aksi paling cuma buat selfie-selfie
.
Sama saja seperti kalian kok. Kalau ada pertandingan bola, karnaval budaya, konser musik dll, juga tak lupa swafoto. Zaman milenial ini, selfie adalah cara meninggalkan jejak kehadiran diri. Toh hukum memotret diri sendiri mubah. Boleh. Berawal dari selfie, mencuat syiar Islami.
.
3. Aksi membuat macet, mengganggu aktivitas masyarakat umum
.
Sama saja dengan kegiatan massal lainnya. Kalau ada karnaval, festival budaya, konser dangdut dll, itu juga ada saja masyarakat yang terganggu. Tapi tidak diprotes. Tahu sama tahu bahwa itu situasional. Kondisi alami jika ada himpunan massa. So, gangguan di keramaian seperti itu adalah konsekuensi sementara saja.
.
4. Aksi hanya menyisakan sampah
.
Lagi-lagi, dalam konteks kerumunan massa, akan selalu ada konsekuensi. Layar tancap, konser musik, fun day, pertandingan bola, hingga karnaval juga pasti menyisakan sampah. Tapi umat Islam sekarang lebih dewasa. Sampah pun ditangani. Satu-dua tercecer, maklumi. Ini konsekuensi kerumunan massa yang tak bisa dihindari.
.
5. Aksi mubazir, mendingan uangnya buat bantu anak yatim atau orang miskin
.
Ya, komentar seperti ini juga mubazir. Jadi gak usah dikomentari lagi. Ehtapi, kalau ngomongin mubazir, konser musik, karnaval, kontes kecantikan atau kegantengan, apalagi kontes penyuka sesama, itu lebih mubazir. Aksi Islam itu syiar kebaikan. Selalu ada hikmah dan hidayah tersiar dari sana. Insya Allah tak ada yang sia-sia. Lagipula, peserta aksi itu sudah rajin sedekah. Terutama sekali berinfak buat dakwah.
.
6. Aksi ujung-ujungnya hanya politisasi umat untuk dukungan capres tertentu
.
Harus diakui. Saat ini adalah era hajatan pilpres. Di antara elemen umat ada yang menunjukkan keberpihakan. Ada yang memanfaatkan moment untuk mencari dukungan. Mengingat, ormas dan orpol memang ada yang menjadi pendukung calon. Peserta aksi juga beragam latar belakang. Tak bisa dihindari. Namun lebih banyak lagi yang murni membela Islam.
.
7. Aksi mengeksploitasi anak-anak kecil yang tak tahu apa-apa
.
Anak-anak itu gimana orang dewasa di sekitarnya. Yang mendidik dan mengedukasi sesuai pemahamannya. Mengajak pada kegiatan syiar islami sah-sah saja. Kebersamaan bersama orangtua dalam menjalin kelekatan. Ini adalah 'piknik' dakwah yang menyenangkan. Sebagaimana kalian 'piknik' maksiat yang bagi kalian juga menyenangkan. Seperti, mengajak anak nonton dangdutan. Logikanya sama saja, kan?
.
8. Tak perlu koar-koar demo ke jalan, kalau mau jaga tauhid cukup di hati
.
Aksi ini lebih tepatnya adalah reaksi. Ketika simbol atau ajaran Islam diusik, maka umat bergerak. Bangkit. Kasarnya, lu jual, gua beli. Satu dibakar, sejuta dikibar. Andai penista Islam cukup melakukannya dalam hati, tak mungkin umat Islam bereaksi dengan aksi.
.
Clear, ya. Kita doakan saja, semoga yang sinis pada aksi umat, tak lagi sinis pada ajaran Islam. Supaya tak disinisi Allah SWT di hari kemudian.(*)
.
Bogor, 6 November 2018
Kholda Najiyah
.
#aksibelatauhid
#aksibelaislam
#belabenderatauhid
#gemesda
#gerakanmedsosuntukdakwah
Ada Aksi Ada Reaksi, Jangan Sinis dengan Aksi Umat, Apalagi Ajaran Islam, Biar tak Disinis-i Allah di Hari Kemudian Reviewed by admin on November 07, 2018 Rating: 5 . Tahun-tahun ini aksi-aksi bernuansa Islam marak. Ke depan akan semakin marak. Tersebab makin merekat semangat persatuan umat. Namun ...