500 Hari Pasca Penyerangan Novel, Dahnil Anzar: Aktornya Masih Gelap Gulita








 Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mempertanyakan mengapa hingga saat ini penyerang Novel Baswedan belum juga tertangkap. Padahal, pasca penyerangan hingga saat ini sudah berjalan 500 hari.

“Sobat hari ini tepat #500HariNovelDiserang siapa pelakunya? Aktornya? Masih gelap gulita. Sementara Novel Baswedan harus kehilangan penglihatannya,” katanya dalam akun twitter pribadinya, @Dahnilanzar pada Kamis (01/11/2018).

Dahnil juga memaparkan bahwa Novel masih harus perawatan matanya. Perawatan tersebut, kata dia, harus dilakukan di Singapura. “Novel Baswedan masih harus pulang balik ke Singapura untuk perawatan matanya, sementara pelaku penyiraman masih bebas diluaran,” ucapnya.

Cuitan Dahnil pun mendapat respon dari netizen. Akun @umiaisha menyebutkan bahwa keadilan di Indonesia sudah dikebiri.

“Itu kenyataannya sistem keadilan di Indonesia Sudah di kebiri sedemikian rupanya sampai mati suri tak berfungsi untuk pihak2 yg berlawan dengan rejim penguasa,” tuturnya.

Sementara itu, tak sedikit warganet yang juga memberikan ucapan belasungkawa. Padahal, keadilan adalah hak dari setiap warga negara.

“Nderek berbela sungkawa atas hak sdr. Novel yG blm di dapatkan sesuai dengan mandat pancasila yG selama ini di gaung gaungkan yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,” tutur @gampangprasojo.

KIBLAT






Promo