728x90 AdSpace

Said Aqil: Terima Kasih Polisi Lepaskan 3 Orang Banser, Kalimat Tauhid di Bendera itu Makruh



 Polisi melepaskan tiga orang terkait pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dinyatakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut, Jawa Barat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi langkah polisi tersebut.

"Kami terima kasih kepada Polres Garut yang telah melepaskan Banser yang kemarin telah ditangkap 3 orang sudah dilepas. Terima kasih," kata Ketum PBNU Said Aqil Siroj di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

Saiq Aqil mengatakan ketiga pelaku itu dilepaskan karena tidak terbukti melakukan penistaan agama. Bahkan dia berpendapat banyak ulama menyebut hukum menulis kalimat tauhid di bendera itu makruh.


"Seperti saya katakan para ulama di mazhab Malik, Syafii, Hanafi, Hambali itu makruh menulis kalimat tauhid di tembok, pakaian, bendera, dan kopiah. Bahkan ada yang mengharamkan menulisnya sembarangan, yang paling banyak makruh. Kenapa? Takut kurang dihormati," tuturnya.

Said meminta semua pihak melihat peristiwa tersebut sebagai sebuah pelajaran yang berharga. Said juga mengajak semua pihak bergandengan tangan dan bersatu menuju hal yang positif untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

"Mari kita gandengan tangan yang positif, jangan bergandengan tangan untuk kehancuran dan permusuhan. Mari kita dahulukan utamakan kedaulatan Indonesia. Yang sudah terjadi itu pelajaran yang berharga pahit tapi berharga ke depan jangan sampai terulang," tutur Said.

Polisi sebelumnya menyatakan belum ada status hukum terkait tiga orang pembakar bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut. Ketiganya masih berstatus orang bebas.


"Untuk statusnya, mereka boro-boro jadi tersangka, saksi saja masih pemeriksaan dalam koridor BAI (berita acara interogasi). Nggak ada status hukum, masih orang bebas," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (25/10).

Umar mengatakan ketiga orang ini memiliki peran berbeda. Satu orang merupakan panitia acara, sedangkan dua lainnya pembakar bendera HTI. (DETIK)



MUI: Bendera Tauhid yang Dibakar Bukan Bendera HTI


JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan bendera dengan kalimat tauhid yang dibakar oleh anggota Banser Nahdlatul Ulama (NU) di Garut bukan bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Sekjen MUI, KH Anwar Abbas mengatakan, di bagian bawah bendera yang dibakar oleh anggota Banser itu tidak ada tulisan HTI. Hal ini membuat MUI yakin bendera tersebut merupakan bendera milik umat Islam sedunia.


“Yang namannya bendera HTI itu ada tulisannya HTI di (bagian bawah) bendera itu, ada kata lafaz Lailahaillah Muhamadurrasullah. Nah di bawahnya ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia. Nah kalau enggak ada tulisan itu, bukan bendera HTI. Itu benderanya umat Islam sedunia," katanya kepada Okezone, Rabu (24/10/2018).

Namun, pihaknya menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut perkara ini. "Kalau kita dengar itu perlu ada klarifikasi, konfirmasi dan polisi sedang melakukan penyidikan," ucapnya.



Pihaknya pun pelaku yang membakar bendera dengan kalimat tauhid itu untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik. "MUI menyesalkan atas kejadian tersebut," ucapnya.

Anwar mengatakan, MUI mengimbau masyarakat tidak terprovokasi atas kejadian tersebut.



"MUI juga mengimbau kepada masyarakat menahan diri, tidak terprovokasi supaya ukhuwah islamiah dan kesadaraan di kalangan kita bisa terpilihara,” katanya.

“Begitu juga kepada ormas Islam, para ulama dan kiai MUI minta supaya ikut mendinginkan suansana agar lebih kondusif sehingga tidak terjadi yang tidak diinginkan," tutupnya.  (OKEZONE)
Said Aqil: Terima Kasih Polisi Lepaskan 3 Orang Banser, Kalimat Tauhid di Bendera itu Makruh Reviewed by admin on October 25, 2018 Rating: 5  Polisi melepaskan tiga orang terkait pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dinyatakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI...