728x90 AdSpace

Polisi Sebut Warga Dendam Karena Nusron Pernah Bilang Luar Batang KUMUH, Nusron Bantah Begini


Polisi menyebut aksi demo terhadap Politikus Partai Golkar Nusron Wahid di Makam Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, dilatarbelakangi dendam. Menanggapi hal itu, Nusron mengaku tak yakin.

"Kalau dendam, statement di mana? Dan dalam konteks apa?" ujar Nusron kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).

"Tidak ada kaitan itu," katanya.

Nusron mengungkapkan hampir setiap malam dia berziarah ke Makam Luar Batang. Sebelumnya, tak pernah ada aksi penghadangan ataupun demo terhadapnya.

"Tidak sekali-dua kali. Hampir tiap minggu kok," ujar Nusron.

Nusron juga membantah dirinya pernah menyebut kawasan Luar Batang kumuh. Sebab, saat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan menertibkan daerah Luar Batang, Nusron mengaku menjadi orang pertama yang membela.

"Saya justru yang pertama mendatangi Ahok waktu gubernur agar Luar Batang tidak digusur," katanya.

Sebelumnya, demo terjadi saat politikus Partai Golkar Nusron Wahid berziarah di Makam Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Nusron mengaku didemo dan ada teriakan '2019 ganti presiden' yang ditujukan kepadanya.

"Saya datang ke makam Luar Batang sekitar 22.30 WIB. Tiba-tiba ada yang teriak-teriak '2019 ganti presiden'," kata Nusron kepada wartawan, Jumat (26/10).

Setelah menunaikan salat dan berziarah, sekitar pukul 23.45 WIB, kata Nusron, sejumlah orang telah berkumpul di depan masjid. Orang-orang tersebut disebutnya membentangkan bendera yang kerap digunakan organisasi yang telah dibubarkan pemerintah, HTI.

"Tiba-tiba di depan masjid ada kerumunan orang sambil membentangkan bendera hitam bertulisan 'Laa ilaaa ha ilallaah'... yang kerap dipakai HTI," ungkapnya.

Atas demo itu, polisi kemudian memberikan penjelasan. Polisi menyebut demo itu dilakukan karena ada warga yang dendam.

"Jadi warga sana tuh masih dendam, dulu kata warga, Nusron pernah ngomong bahwa Luar Batang ini tempatnya kumuh. Warga ada yang tahu Nusron datang kemudian diusir, terus ya sudah diredam, ditenangkan sama majelis Masjid Luar Batang," kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar saat dihubungi, Jumat (26/10).
(mae/imk)

DETIK
Polisi Sebut Warga Dendam Karena Nusron Pernah Bilang Luar Batang KUMUH, Nusron Bantah Begini Reviewed by admin on October 26, 2018 Rating: 5 Polisi menyebut aksi demo terhadap Politikus Partai Golkar Nusron Wahid di Makam Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, dilatarbelakang...