728x90 AdSpace

Manuver PSI Ungkap 'Dosa' Partai Lama, kena SEMPROT koalisinya sendiri mualai dari Golkar, PDIP hingga PPP


Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany tiba-tiba bicara tentang 'dosa-dosa' partai yang sudah lama berdiri namun masih menjadi 'kebiasaan'. Setidaknya ada dua 'dosa' partai lama yang disebutkan Tsamara.

Pertama, Tsamara menyinggung soal komitmen partai lama terhadap pemberantasan korupsi. Dia menilai, hingga ini komitmen itu jauh dari kata terealisasi.

"Parpol bahkan belum berkomitmen menghadirkan politisi yang bersih, baik untuk legislatif maupun eksekutif," kata Tsamara alam keterangan tertulis, Kamis (25/10/2018).


Karena komitmen pemberantasan korupsi tak jua terealisasi, maka imbasnya akan mempengaruhi proses rekrutmen partai. Dua aspek itu saling berhubungan satu dengan yang lain.

Bobroknya proses rekrutmen inilah 'dosa' partai lama. Menurut Tsamara, tak dapat dipungkiri bahwa proses rekrutmen partai lama tak jauh dari kata 'mahar politik'.

"Kita tidak tahu apa yang terjadi dan dibicarakan. Tapi kabar yang santer beredar selalu melibatkan sejumlah uang sebagai mahar. Tak ada uang, tak ada pencalonan," terang Tsamara.

Tsamara melanjutkan, jika dua 'dosa' itu masih saja dilakukan, eksistensi partai lama tentu akan meredup. Namun, kondisi tersebut justru menguntungkan untuk partai-partai baru.

"Partai harus berani membuka sistem rekrutmen caleg secara transparan untuk menghindari kecurigaan. Ketika partai-partai politik lama gagal karena terbenam dalam tradisi usang dan berbahaya, kehadiran sebuah partai baru yang menawarkan antitesis menjadi sangat relevan," papar Tsamara.

Dalam beberapa waktu terakhir, para pemangku kepentingan, baik eksekutif maupun legislatif, yang menjadi 'langganan' KPK memang berasal dari partai lama. Teranyar, Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra yang tertangkap tangan atas tuduhan kasus jual-beli jabatan.

Sunjaya diketahui berhasil menang di Pilkada Cirebon 2018. Bupati terpilih itu merupakan kader PDIP, dan PDIP merupakan satu-satunya partai yang mengusung Sunjaya.

Kasus yang juga mendapat sorotan yakni suap PLTU-1 Riau. Di mana, pesakitan dalam kasus tersebut yakni Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Eni Saragih dan kader senior Golkar, Idrus Marham. (zak/jor)



REAKSI PDIP

 PDIP menyesalkan manuver partai politik (parpol) sekoalisinya, PSI, soal 'dosa-dosa' partai lama terkait korupsi. PSI, menurut PDIP, belum merasakan asam garam perpolitikan Tanah Air.

"Repot nih kampanye PSI, pakai strategi kampanye mburuk-mburukin parpol lain, termasuk sekoalisi. Kan kata Jokowi jual kebaikan masing-masing, jangan ujaran kebencian," ujar Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).


"Mereka kan belum teruji di dalam sistem jadi tidak pas juga jual mekanisme tersebut yang belum teruji. Nanti setelah pemilu boleh pamer bahwa sistem rekrutmen ala mereka banyak meloloskan kader ke Senayan," imbuh Eva.

Eva memberi saran agar PSI lebih fokus pada strategi lain membesarkan parpol tanpa menjelekkan parpol lain. Selain itu, dia meminta PSI tidak dengan mudahnya mengaitkan parpol dengan oknum kader parpol tersebut.

"Misalnya, PSI tunjukkin gimana fund raising-nya untuk membiayai partai se-Indonesia, padahal isinya anak-anak muda dan bukan konglomerat. Nggak usah urus 'KDRT' orang lain dulu," ujar Eva.

"Sistem rekrutmen PDIP yang dikatain bobrok pun menang pemilu dan hasilnya adalah punya Jokowi, Ganjar, Risma, Anas yang jadi model dari KPK. Beberapa teman PDIP (parpol lain juga) di Senayan juga terima beberapa award berdasar kinerja di DPR. Itu yang belum bisa ditunjukkan PSI. Sabar dulu, Bro and Sist, uji dulu di pertarungan nanti," imbuhnya.

Seperti diketahui, PSI pada Pemilu 2019 berkoalisi dengan 8 partai politik lainnya untuk mengusung capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin. Enam parpol di antaranya merupakan parpol lama, yakni PDIP, Golkar, PPP, PKB, NasDem, dan Hanura.

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Tsamara Amany tiba-tiba bicara tentang 'dosa-dosa' partai yang sudah lama berdiri tapi masih menjadi 'kebiasaan'. Setidaknya ada dua 'dosa' partai lama yang disebutkan Tsamara.

Pertama, Tsamara menyinggung soal komitmen partai lama terhadap pemberantasan korupsi. Kedua, soal proses rekrutmen partai lama tak jauh dari kata 'mahar politik'.

"Kita tidak tahu apa yang terjadi dan dibicarakan. Tapi kabar yang santer beredar selalu melibatkan sejumlah uang sebagai mahar. Tak ada uang, tak ada pencalonan," kata Tsamara alam keterangan tertulis, Kamis (25/10).


REAKSI GOLKAR
Anggota fraksi Partai Golkar DPR Ace Hasan Syadzily mengatakan, sebaiknya PSI tidak melakukan tuduhan secara sembarangan. Dia menegaskan tidak semua anggota DPR melakukan 'dosa' seperti yang disebut oleh PSI tersebut, salah satunya soal hobi anggota DPR yang suka menyaksikan tarian striptis.

"Saya kira PSI jangan menuduh yang tidak-tidak. Tidak semua anggota DPR begitu. Saya kunker ke Arab Saudi dalam rangka pengawasan haji mana ada di Arab Saudi striptis, jadi jangan sembarangan juga," kata Ace saat berbincang dengan detikcom, Jumat (26/10/2018).

Baca juga: PSI Ungkit 'Dosa Lama' DPR, PPP: Jangan Fitnah untuk Popularitas

Dia mengatakan, banyak anggota DPR saat kunjungan kerja melakukan tugas dengan baik. Salah satunya yang dia lakukan saat melakukan pegawasan pelaksanaan ibadah haji tahun 2019 di Arab Saudi.

"Kita lakukan kerja-kerja untuk pengawasan haji selama 2 minggu bahkan selama 1 bulan, ya kerja untuk melakukan pengawasan haji. Jadi menurut saya jangan men-generalisir. Apalagi PSI adalah partai baru, mau jadi calon," katanya.

Wakil Ketua Komisi VIII ini mengatakan, sebaiknya tetap PSI fokus mengurusi partainya agar lolos ambang batas parlemen. "Yang penting PSI lolos dulu sajalah, baru merasakan jadi anggota DPR. Jadi berusaha saja dulu untuk lolos PT, ndak usah membicarakan keberadaan yang sekarang," katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar di DPR RI Melchias Markus Mekeng menilai apa yang disampaikan PSI itu hanya cara mereka untuk menaikkan elektabilitas. Mekeng menyebutnya PSI sedang mencari isu yang seksi.

"Ini kan tahun politik ya, dia mau cari isu yang seksi. Jadi seolah-olah kalau mereka itu yang paling benar. Kalau kita bicara itu kan harus ada fakta, daya, buktinya. Nggak bisa berdasarkan katanya," ujar Mekeng saat dihubungi, Kamis (25/10/2018) malam.

Mekeng mengatakan PSI tak bisa mengeneralisir sikap anggota DPR. Dia menyebut itu sebagai cara yang kurang etis untuk menaikkan popularitas PSI.

Baca juga: PSI Bongkar Sisi Gelap Kunker DPR: Wisata Striptis-Anggaran Siluman

"Wajar saja, tapi kurang etis. Semua kan juga tidak semudah itu mengeneralisir orang. Jadi menurut saya ini cuma genit-genit politik saja," ucapnya.

REAKSI PPP

Anggota Komisi I DRP RI dari Fraksi PPP Arwani Thomafi meminta PSI menyebut nama anggota DPR RI yang dikatakan menjadikan kunjungan kerja sebagai ajang wisata. Menurut Arwani hal itu perlu agar PSI tak menyebar hoax dengan mengungkit 'dosa lama' itu.

"Sebaiknya temen-teman PSI menyebut saja secara jelas siapa oknum yang dimaksud, biar tidak dianggap menyebar hoax atau juga biar tidak diartikan sedang ingin mencari popularitas di atas pernyataan yang belum jelas kebenarannya," kata Arwani kepada detikcom, Kamis (25/20/2018).

Arwani menilai saat ini PSI masih lemah dalam tingkat elektabilisa. Dia mengingatkan agar PSI tak mencari cara yang tak etis untuk meningkatkan popularitas.

"Saya minta teman-teman PSI tidak menggunakan isu atau fitnah untuk menaikkan elektabilitas. Ini kan karena selama ini gaya politik mereka tidak ngangkat di beberapa survey. Janganlah hanya karena jeblok di survey lalu bikin fitnah," ujar Wakil Ketua Umum PPP itu.


PSI sebelumnya menguliti sisi buruk kunjungan kerja DPR ke luar negeri. PSI mengkritisi kunker anggota DPR yang justru kerap jadi ajang wisata.

Juru Bicara PSI Dedek Prayudi menyebut ada anggota DPR yang setiap malam ke kelab malam menyaksikan tarian striptis.


"Kalau tahu mereka diberikan lagi macam-macam entertaiment dan yang menyakitkan bagi saya mereka itu hampir tiap hari kerjanya ke tempat hiburan tidak senonoh, mereka ke striptis tiap malam," kata Dedek di kantor DPP PSI Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

dikutip dari DETIK
Manuver PSI Ungkap 'Dosa' Partai Lama, kena SEMPROT koalisinya sendiri mualai dari Golkar, PDIP hingga PPP Reviewed by admin on October 26, 2018 Rating: 5 Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany tiba-tiba bicara tentang 'dosa-dosa' partai yang sudah lama berdiri na...