Innalillahi! Kematidan Bisa Datang Kapan Saja, Begini Detik-detik Ki Dalang Rahmad Santoso Meninggal Saat Pentas Wayang







Seorang dalang bernama Rahmad Santoso meninggal dunia saat sedang menggelar pertunjukan di Dusun Gedoro, Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Sabtu, 27 Oktober 2018 malam. Ki dalang Rahmad Santoso meninggal saat sedang memainkan lakon wayang kulit.

Dalam video yang diunggah akun Facebook bernama Agus pada Minggu, 28 Oktober 2018 sekitar pukul 16.00 WIB itu memperlihatkan bagaimana sang dalang tampil hingga detik-detik meninggal dunianya. Di video berdurasi 4 menit 21 detik itu memperlihatkan dalang Rahmad menampilkan pertunjukan wayang kulit seperti biasa.

Dengan membawakan sebuah cerita, dalang Rahmad bercerita dan tangannya menggerak-gerakkan wayang kulit. Pada menit ke-2, dalam video itu jelas memperlihatkan bagaimana sang dalang seperti kesadarannya menurun hingga kemudian badannya jatuh ke depan. Terdengar suara mengerang karena mikrofon terpasang di tubuh pria itu.

Sebelum detik-detik meninggal dunia itu, Ki Rahmad sempat mengatakan seperti ucapan-ucapan perpisahan. Ki Rahmad juga sempat mengucapkan meminta maaf, tetapi tidak jelas ucapan maaf itu untuk siapa.

"Jagad niki pun kulo ubengi. Jagad ini pun kulo ubengi. Nyuwun pangapunten sak derengipun (Dunia ini pun saya kelilingi, minta maaf sebelumnya)," ucap Ki Rahmad sesaat sebelum akhirnya meninggal dunia.



Semoga Diampuni Kesalahannya dan diterima Amal Kebaikannya. Hanya di tangan Allah semata pemberian kehidupan. Dan hanya di tanganNya, mengambil kembali yang telah Dia berikan pada ajal yang telah digariskan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imran:185].

Maut merupakan ketetapan Allah. Seandainya ada seseorang yang selamat dari maut, niscaya manusia yang paling mulia pun akan selamat. Namun maut merupakan SunnahketetapanNya atas seluruh makhluk. Allah berfirman:

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ

Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula). [Az Zumar:30].

Tidak ada manusia yang kekal di dunia ini.

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ }

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [Al Anbiya:34-35].






Promo