728x90 AdSpace

Hujan Panji Tauhid di Polres Klaten, Umat Islam Mendesak Penegak Hukum Tidak Tebang Pilih Tangani Kasus


Ribuan Umat Islam di Solo Raya sebagian Daerah Istimewa Yogyakarta mulai memadati Masjid Agung Al-qsha, Kabupaten Klaten, Jumat siang. Dengan membawa bendera tauhid, mereka berencana akan menggelar Aksi Damai Bela Islam di halaman parkir Polres Klaten.

Tidak hanya dari satu ormas saja, mereka mewakili berbagai ormas seperti Muhammadiyah dan Ortom, Front Umat Islam, Laskar Islam Klaten dan lainnya dari Solo Raya dan DIY. Dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian mereka berjalan dari Masjid Agung Al-Aqsha menuju halaman parkir Polres Klaten.

Sepanjang perjalanan mereka meneriakkan kalmat tauhid dan berorasi agar oknum pembakar panji tauhid di Garut diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Panji tauhid berupa bendera, spanduk rentang hingga kain hitam bertuliskan lafal kalimat tauhid berpadu dalam aksi damai tersebut.

Muhammad Arif Islami Koordinaor Aksi Bela Islam dari Pemuda Muhammadiyah Klaen mengatakan, aksi damai ini merupakan bentuk keprihatinan umat islam sekaligus mengutuk keras aksi pembakaran bendera tauhid. Pembakaran panji tauhid saat perayaan hari santri oleh oknum beberapa hari lalu, membuat geram umat muslim di seluruh Indonesia bahkan memancing perhatian umat muslim dunia

“Terlepas dari klaim berbagai pihak apakah itu bendera satu ormas yang resmi dibubarkan atau bukan, tetapi bagi kami jika ada kalimat tauhid disitu dan diberlakukan seperti itu, jelas sangat menyakitkan umat islam”,katanya, Jumat (26/10/2018).

Lebih dari itu dengan aksi ini juga sekaligus mengedukasi kepada umat islam bahwa ketika mendapati sebuah aksi- aksi penodaan simbul- simbul islam, kalau itu dirasa sebuah hal yang menista sudah selayaknya menuntut secara hukum, tidak memberlakukan aksi aksi kekerasan.

“Kami ummat islam yang tersakii dengan aksi itu mendorong kepada aparat penegak hukum, supaya bisa menindak kejadian seperti ini secara adil dan tidak tebang pilih, kami mengapresiasi 3 pelaku sudah ditangkap aparat, tetapi seharusnya juga diusut, itu by desain atau enggak , tetapi di akhir akhir kok malah dibebaskan, kami tidak berani spekulasi, semoga sajatidak sebuah bentuk ketidak adilan penegak hukum dalam menangani kasus ini”,tegasnya.

Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono menerima dengan baik kehadiran ribuan umat islam peserta aksi damai sebagai bentuk kebebasan dalam menyampaiakan pendapat.

“Saya mohon kepada Mas Arif selaku koordinator aksi membuat surat yang ditujukan kepada Kapolri atau Kapolda Jawa Barat yang berisi tuntutan ummat islam atas kasus ini, saya yakin Kepolisian akan merespon dengan baik, sekarang jamannya keterbukaan , Kepolisian harus berdiri ditengah semua masyarakat dari berbagai golongan yang ada “, ungkap Kapolres.

SIERADMU

Hujan Panji Tauhid di Polres Klaten, Umat Islam Mendesak Penegak Hukum Tidak Tebang Pilih Tangani Kasus Reviewed by admin on October 26, 2018 Rating: 5 Ribuan Umat Islam di Solo Raya sebagian Daerah Istimewa Yogyakarta mulai memadati Masjid Agung Al-qsha, Kabupaten Klaten, Jumat siang. De...