728x90 AdSpace

Bendera HTI yang Dibakar Dibeli via Online, Netizen: "Mungkin Uus tidak dpt kabar akan ada pengiriman bendera satu truk"


Setelah mengamankan tiga orang yang terkait kasus pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut, polisi kembali mengamakan satu orang lainnya berinsial U alias Uus Sukmana (25). Uus sendiri diamankan di kawasan Laswi, Kota Bandung. Ia diamankan karena diketahui dirinyalah yang membawa bendera tersebut.

"Dia (Uus) mengakui simpatisan (ormas yang dilarang pemerintah) dan pernah ikut aksi di Jakarta pada 2016," ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolrestabes Bandung, Jumat (26/10/2018).

Terkait soal bendera yang dibawanya pada saat Peringatan Hari Santri di Garut, Agung mengatakan, bendera tersebut memang miliknya.

"Dia beli (bendera) dengan cara online," tegasnya.

‎‎Hingga saat ini, kata Agung, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Uus. Sementara itu soal status Uus, polisi mengatakan, yang bersangkutan masih dalam status terperiksa.


‎Aksi pembakaran bendera HTI tersebut sendiri, terjadi pada Senin 22 Oktober 2018, di alun-alun Limbangan, Kabupaten Garut. Agung mengatakan, ketiga orang tersebut diketahui berinisial A, F, dan M. Mereka saat ini tengah dilakukan pemeriksaan secara mendalam oleh Polres Garut.

Menanggapi berita tersebut salahs atu Netzien berkomentar:



MUI: yang Dibakar di Garut Bukan Bendera HTI 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bendera yang dibakar dalam insiden bertuliskan lafadz Tauhid bukan merupakan bendera HTI atau Hizbut Tahrir Indonesia-organisasi yang telah dilarang di negeri ini.

"Memang itu tidak ada HTI-nya, jadi itu kalimat tauhid. Kami melihat yang dibakar kalimat tauhid karena tidak ada simbol HTI," kata Wakil Ketua Umum MUI Yunahar Ilyas di gedung MUI Pusat, Jakarta Pusat, pada Selasa, 23 Oktober 2018.

Dalam penyelidikan awal Polri dari keterangan tiga orang yang diamankan, bendera Tauhid itu dibakar lantaran pelaku mengira bendera tersebut adalah bendera HTI.

Terkait hal tersebut, Yunahar menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengusut motif pembakaran. Motif tersebutlah yang menentukan unsur pidana dalam kasus tersebut.

Secara agama, Yunahar menegaskan, pembakaran bendera Tauhid itu harus dilihat niatnya. Apalagi, pembakaran itu terjadi di muka umum. Karena itu, pembakaran ini tidak bisa disimplifikasi diperbolehkan atau tidak diperbolehkan.

"Ini ada latar belakang sosial yang tidak bisa kita sederhanakan. Faktanya memang ada bendera kalimat tauhid dibakar, tapi kalau niat (sengaja bakar tauhid) rasanya tidak mungkin," ujar dia.

Dalam video yang beredar dengan durasi 02.05 menit itu, memperlihatkan ada seorang anggota berbaju Banser yang membawa bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid. Belasan orang berbaju Banser lainnya kemudian berkumpul untuk bersama-sama menyulut bendera tersebut dengan api.

Tak hanya bendera, mereka juga nampak membakar ikat kepala berwarna hitam bertuliskan aksara arab itu. Agar kedua benda lebih cepat dilalap api, mereka menggunakan koran yang juga telah disulut. Sementara itu, ada salah satu dari mereka yang mengibarkan bendera Merah Putih berukuran besar.
Bendera HTI yang Dibakar Dibeli via Online, Netizen: "Mungkin Uus tidak dpt kabar akan ada pengiriman bendera satu truk" Reviewed by admin on October 26, 2018 Rating: 5 Setelah mengamankan tiga orang yang terkait kasus pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut, polisi kembali mengamakan sa...