728x90 AdSpace

Bantahan Bagi Siapa Saja yang Melakukan Pembelaan Terhada Pembakaran Bendera Tauhid - KH. Hafidz Abdurrahman, MA


Pertama, Mengenai klaim bahwa bendera yang dibakar di Garut itu adalah bendera HTI, jelas keliru. Kekeliruan ini bisa dilihat dari fakta bendera itu. Di sana, sama sekali tidak ada identitas HTI, selain kalimat tauhid. Mengenai bendera itu disyiarkan oleh HTI iya, tetapi bukan merupakan syiar HTI. Karena bendera itu bukan milik HTI, tetapi milik Rasulullah saw, milik Islam dan umatnya. Dasarnya sangat jelas, silahkan dibaca nash-nash hadits tentang Rayah dan Liwa' ini. Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibn Majah dari Ibn Abbas:

‎كَانَتْ رَايَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوْدَاءَ، وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ

“Rayah Rasulullah Saw berwarna hitam dan Liwa beliau berwarna putih”

Imam An-Nasai di Sunan al-Kubra, dan at-Tirmidzi dari Jabir:

‎أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «دَخَلَ مَكَّةَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ

“Bahwa Nabi masuk ke Mekah dan Liwa’ beliau berwarna putih”

Ibn Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya mengeluarkan dari ‘Amrah ia berkata:

‎كَانَ لِوَاءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْيَضَ

“Liwa Rasulullah Saw berwarna putih.”

Ibnu Hajar al-Asqalani:

‎كان مكتوبا على رايته: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ.

“Bendera Nabi bertuliskan kalimat tauhid” (Ibn Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, 2001, vol. 6, hlm. 147).

Jadi, sudah jelas, ini bukan bendera HTI. Tetapi, bendera Rasulullah saw. bendera Islam, dan umat Islam.

Kedua, menggunakan tindakan 'Utsman bin 'Affan, dengan membakar mushaf untuk menyatukan perselisihan, karena ada ikhtilaf dalam masalah ini, untuk menjustifikasi tindakan pembakaran bendera tauhid jelas ngawur. Pertama, tindakan 'Utsman bin 'Affan sebagai khalifah bukan dalil syara'. Kedua, tindakan 'Utsman sebagai Khalifah untuk menyatukan mushaf di kalangan umat Islam. Ini jelas berbeda, karena bendera tauhid yang dibakar Banser itu justru bendera persatuan umat, bendera Islam dan umatnya, bukan bendera kelompok. Jadi, menganggap bendera sebagai sumber perselisihan umat jelas keliru. Ketiga, kalau membakar mushaf untuk memuliakan, itu dilakukan dengan adab dan hukum syara', bukan dilakukan dengan sikap menghina, merendahkan, apalagi diiringi nyanyi-nyanyi, seperti kesetanan. Karena itu, analogi ini jelas keliru.

Ketiga, masjid Dhirar adalah masjid yang dibangun oleh orang Munafik untuk memecah belah persatuan umat Islam, bagaimana mungkin disamakan dengan bendera tauhid yang menyatukan umat, bendera Islam dan umatnya. Analogi ini selain ngawur, juga lancang terhadap bendera Rasulullah saw. Bendera Islam dan kaum Muslim.

Keempat, menyamakan bendera tauhid dengan sapi Musa Samiri, yang dibuang ke laut, sebagaimana dalam Q.s. Thaha: 97 juga jelas merupakan sikap ngawur, dan lancang lancang terhadap bendera Rasulullah saw. Bendera Islam dan kaum Muslim.

Kelima, tentang fatwa ulama' yang membolehkan membakar lembaran mushaf itu ada adabnya, ada hukumnya, tidak dilakukan dengan menghina. Menyamakan membakar bendera tauhid dengan memuliakannya jelas tidak bisa diterima nalar. Mengapa tidak dilipat, disimpan dengan baik, atau dikibarkan, bukan malah dibakar. Kalau lembaran mushaf memang tidak bisa dikibarkan, tapi bendera kan bisa.

Beristighfarlah, ingatlah firman Allah:

(وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ)

"Janganlah kamu condong [apalagi tunduk] kepada orang yang zalim, sehngga kalian disengat api neraka, sementara kalian tidak mempunyai pelindung selain Allah. Kemudian, kalian tidak akan mendapatkan pertolongan." [Q.s. Surat Hud: 113]

Justru, harus diingatkan, bahwa pembakaran bendera tauhid itu bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam, jika dilandasi sikap permusuhan terhadap kalimat tauhid. Permusuhan terhadap ajaran Islam, yang disepakati oleh para sahabat, tabiin, atba' tabiin, dan seluruh umat Islam sepanjang zaman.

Maka, berhati-hatilah!

Wassalam

Bantahan Bagi Siapa Saja yang Melakukan Pembelaan Terhada Pembakaran Bendera Tauhid
[KH. Hafidz Abdurrahman, MA]
Bantahan Bagi Siapa Saja yang Melakukan Pembelaan Terhada Pembakaran Bendera Tauhid - KH. Hafidz Abdurrahman, MA Reviewed by admin on October 25, 2018 Rating: 5 Pertama, Mengenai klaim bahwa bendera yang dibakar di Garut itu adalah bendera HTI, jelas keliru. Kekeliruan ini bisa dilihat dari fakta ...