728x90 AdSpace

Wiranto: Jangan Curiga AS Bantu Buru Teroris, Padahal Amerika Pernah Mengakui: "we’re speeding up training of ISIL forces" Ini Videonya


Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto merespons positif rencana Pemerintah Amerika Serikat dalam membantu mengungkap dalang dan otak dibalik aksi-aksi rentetan teror di sejumlah wilayah Indonesia sejak pekan lalu.

Ia lantas meminta agar masyarakat tak mencurigai rencana AS maupun negara lain yang ingin membantu Indonesia agar aman dari ancaman terorisme.

"Perlu kerjasama, jadi kalau ada suatu negara ingjn membantu, bekerjasama, jangan kemudian kita curiga, kita kait-kaitkan dengan masalah-masalah yang lain," kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (17/5).


Mantan Panglima Angkatan Bersenjata RI itu mengatakan bahwa ancaman terorisme sudah tak mengenal adanya batasan negara dan menjadi musuh negara-negara di dunia pada saat ini.

Oleh karena itu, Indonesia dinilai tak bisa berdiri dan menghadapi sendirian membasmi masalah terorisme itu. Ia mengatakan Indonesia membutuhkan kolaborasi dari negara lain untuk bersama-sama memberantas terorisme hingga ke akar-akarnya.

"Karena teroris itu punya aturan sendiri, maka tak bisa ada suatu negara punya kekuatan sendiri melawan terorisme. Itu nggak bisa," kata dia.

Wiranto lantas bercerita bahwa ia seringkali mendapatkan undangan untuk melakukan kerjasama penanggulangan terorisme dengan negara lain. Hal itu bertujuan agar warga dunia saling bantu membantu melawan terorisme karena saling membutuhkan satu sama lain.


"Terorisme musuh dunia ya, terus mendapatkan satu undangan dan hadir bagaimana kita melakukan kerjasama dalam menangani terorisme, baik dengan Australia, ASEAN, Rusia, dan India, China, itu semua kita bicarakan saling bantu membantu melawan ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Erin Elizabeth McKee siap membantu Indonesia dalam mengungkap terorisme, termasuk memburu pelaku dan otak dibalik aksi-aksi rentetan teror di sejumlah wilayah Indonesia sejak pekan lalu.

Hal ini disampaikan usai menghadiri proses serah terima Helikopter Apache AH-64E di Lapangan Udara TNI Angkatan Darat Ahmad Yani Semarang, Rabu (16/5) siang.

"Amerika Serikat ikut prihatin, berduka cita dan sangat mengecam aksi teror bom di Surabaya karena telah mengoyak perdamaian di Indonesia. Untuk itu, kami siap membantu penuh kepada Indonesia untuk mengungkap jaringan terorisme dengan mengungkap pelaku dan otak di balik aksi teror tersebut," kata McKee. (rah) CNN


 Presiden Amerika Serikat Barack Obama " "we’re speeding up training of ISIL forces"




Pernyataan Obama itu disampaikan setelah mendapatkan penjelasan dari para pejabat keamanan soal upaya AS dalam mengalahkan ISIS, salah satunya adalah memberikan pelatihan bagi kelompok pemberontak moderat di Suriah.

Namun dalam konferensi pers Senin kemarin, Obama mengatakan bahwa "kami meningkatkan pelatihan pasukan ISIL, termasuk relawan dari suku Sunni di Provinsi Anbar." ISIL adalah sebutan lain ISIS yang biasa digunakan pemerintah AS.

 Obama seperti tidak sadar telah mengucapkan kalimat yang salah dan melanjutkan perkataannya. Namun pihak Gedung Putih sepertinya menyadari kesalahan kalimat itu dan melakukan perbaikan dalam transkrip resmi di situs pemerintah.

Dalam transkrip tersebut, kalimat Obama ditambahi kata dalam kurung "Iraqi" atau warga Irak. Namun inisiatif Gedung Putih ini juga terasa aneh dan tidak memperbaiki keadaan. Kalimat "Pelatihan pasukan ISIL (warga Irak)" bermakna seolah AS melatih pasukan ISIL yang berada di Irak. (Ikuti Fokus soal Paris Diserbu)

Kesalahan Obama dan perbaikannya dalam transkrip yang janggal memicu kehebohan di media sosial. Beberapa mengatakan bahwa ini adalah Freudian slip, yaitu tidak sengaja mengatakan hal-hal yang terpendam di alam bawah sadar yang biasanya merupakan kejujuran. Artinya, Obama mengakui bahwa mereka telah melatih ISIS.


Marcel Sardo
@marcelsardo
Jul 9, 2015
Freudian slip?
Obama: «…“we’re speeding up training of ISIL forces…«



TCBurnett
@tcburnett
 @marcelsardo Not a slip.  We ARE training and equipping ISIL and the Ukro Nazis, and the US isn't the 'good guy' anymore.



Sebelumnya teori konspirasi bertebaran di internet, mengatakan ISIS adalah bentukan Amerika. Alasan munculnya teori ini adalah karena AS tidak berani memerangi ISIS secara langsung, tapi melalui serangan udara, dan terus mendesak perubahan rezim di Suriah.

"ISIL adalah aset Amerika yang merupakan kuda Troya bagi AS untuk mempertahankan keberadaan mereka di Irak dan untuk megubah rezim di Suriah," kata aktivis antiperang Ken Stone pada media Iran Press TV Selasa lalu. (stu) CNN


Hillary Clinton Terang-Terangan Akui ISIS Buatan Amerika


Mantan menteri luar negeri dan ibu negara AS Hillary Clinton secara terang-terangan mengakui bahwa Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) merupakan gerakan buatan AS guna memecah belah dan membuat Timur Tengah senantiasa bergolak.

Pengakuan tersebut termuat dalam buku terbaru HIllary Clinton “Hard Choice” dan menjadi pemberitaan luas media-media massa internasional akhir-akhir ini.

Mantan Menlu di kabinet pertama Presiden Barack Obama itu mengaku, pemerintah AS dan negara-negara barat sengaja membentuk organisasi ISIS demi memecah belah Timur Tengah (Timteng). Hillary mengatakan gerakan ISIS sepakat dibentuk dan diumumkan pada 5 Juni 2013.

“Kami telah mengunjungi 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama rekan-rekan bersepakat mengakui sebuah Negara Islam (Islamic State/IS) saat pengumuman tersebut,” tulis Hillary.

Dalam buku tersebut juga diuraikan bahwa “negara Islam” itu awalnya akan didirikan di Sinai, Mesir, sesuai revolusi yang bergolak di beberapa negara di Timur Tengah. Namun rencana itu berantakan setelah militer Mesir melakukan kudeta, Juli 2013.

“Kami memasuki Irak, Libya dan Suriah, dan semua berjalan sangat baik. Namun tiba-tiba meletus revolusi 30 Juni – 7 Agustus di Mesir. Itu membuat segala rencana berubah dalam tempo 72 jam,” ungkap istri mantan presiden AS, Bill Clinton, itu.

Hillary menambahkan, pihak barat sempat berpikir untuk menggunakan kekuatan demi mewujudkan “negara Islam” di Sinai. Namun Mesir memiliki kekuatan militer yang tergolong kuat. Selain itu, warga Mesir cenderung untuk mendukung militer mereka.

“Jadi, jika kami gunakan kekuatan melawan Mesir, kami akan rugi. Tapi jika kami tinggalka, kami pun rugi,” tulis Hillary.

Jadi, masihkah percaya dengan dengan propaganda ISIS?(ca)

CNN/LiputanIslam
Wiranto: Jangan Curiga AS Bantu Buru Teroris, Padahal Amerika Pernah Mengakui: "we’re speeding up training of ISIL forces" Ini Videonya Reviewed by admin on May 18, 2018 Rating: 5 Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto merespons positif rencana Pemerintah Amerika Serikat dal...