728x90 AdSpace

Waspada Politik Tangisan!


PDIP gencar memainkan politik tangisan. Pasalnya dikabarkan olehmerdekanews.com  Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menangis saat diberondong pertanyaan terkait Bupati Banyuwangi Azwar Anas dari bursa pencalonan Cawagub Jatim.Tangisan PDIP terkait dengan adanya dugaan kampanye hitam terhadap Bupati Banyuwangi yang diusung PDIP menjadi Cawagub Jatim.

"Waspadailah kampanye hitam yang dilakukan secara melalui rekayasa pelanggaran moral, isu korupsi, dan berbagai isu lainnya termasuk ujaran kebencian dan memecah belah antara calon dan parpol pengusungnya,” ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/1)

Menurutnya, partai yang getol mendorong pembubaran ormas yang kritis terhadap pemerintah, HTI ini mengklaim menjadi korban, sehingga tangisa perlu untuk dilakukan.

"Karena itulah PDI Perjuangan tetap kokoh. Kami memberikan dukungan moral. Kami memberikan dukungan sepenuhnya, bahwa yang namanya Abdullah Azwar Anas adalah sebuah korban dari politik yang liberal itu," ujar Hasto

Tanigsan PDIP bulan kali ini saja dalam sejarah perpolitikan Indonesia, berdasarakan penelusuran redaksi Mediaoposisi.com, partai controversial memiliki maksud tersembunyi di balik tangisannya.

Politik BBM
2008 hingga 2014, PDIP tidak menjadi partai pemerintah sehingga mereka gencar mengkritik penguasa saat itu, SBY. Berbeda dari saat ini yang mendukung penuh kebijakan penguasa, sekalipun dinilai masyarakat sebagai kebijakan controversial.

Okezone.com menyebutkan Megawati Soekarnoputri menangis sesenggukan saat memberikan sambutan di Rakernas PDIP di Makassar. Mantan Presiden ini menyindir keras presiden SBY
"Bangsa Indonesia terpuruk dan telah kehilangan martabat dan harga diri," kata Megawati, Selasa (27/5/2008)

“Saya sedih melihat rakyat banyak yang menderita, padahal kita punya banyak kekayaan alam, namun angka kemiskinan tinggi," ujar Megawati.
Dalam pidato ini, Mega terang-terangan menyindir kenaikan harga BBM dengan menyitir lirik lagu Iwan Fals.
"BBM naik tinggi susu tak terbeli, orang pintar tarik subsidi, anak kami kurang gizi," baca Mega mengutip lagu Iwan Fals berjudul Galang Rambu Anarki .
Mega saat itu nampaknya tidak menyadari bahwa ia pernah melakukan hal yang sama, yaitu menjual asset Negara kepada asing.

4 tahun berselang, Dilansir dari tempo.com walk out dibarengi dengan tangisan pernah dilakukan oleh para politikus PDI Perjuangan di Dewan Perwakilan Rakyat dalam rapat paripurna, Sabtu, (31/3/2012). Saat itu sejumlah anggota DPR dari partai moncong putih ini terlihat menitikkan air mata.
Rieke Diah Pitaloka anggota Komisi IX DPR ini terlihat menangis tersedu-sedu saat meninggalkan ruang rapat saat itu
Aksi walk out riuh kala para anggota Fraksi PDI Perjuangan ini meneriakkan yel-yel khas mahasiswa. "Revolusi, revolusi, revolusi sampai mati," kata mereka sambil menuruni tangga lantai tiga gedung Nusantara II DPR.

Tangisan ini disebabkan karena dalam rapat paripurna DPR tersebut, diputuskan bahwa harga BBM diserahkan pada mekanisme pasar, sesuatu yang Jokowi lakukan saat ini.

“Anggota Fraksi PDI Perjuangan saat itu, Aria Bima, juga mempermasalahkan soal penambahan pasal 7 ayat 6a. Menurut dia, pasal ini sama saja dengan menyerahkan harga BBM bersubsidi ke mekanisme pasar.

"Itu artinya sudah melanggar konstitusi sebagaimana yang telah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi," ujar Aria Bima.

Dibalik Tangisan

Politik memang licik, ketika PDIP berkuasa justru diam tanpa kata melihat BBM dinaikkan oleh Jokowi.

Dilansir dari tribunnews.com, anggota DPR FPKS Aboe mengatakan fraksi partainya merasa kehilangan teman seperjuangan dalam memandang kenaikan BBM.

“Kita juga teringat dengan Buku Putih, sebuah gagasan PDIP untuk mengelola postur anggaran tanpa menaikkan harga BBM," kata Aboe dalam keterangan pers rilisnya, Selasa (18/11/2014)

"Dulu dengan PDIP kami konsisten menolak kenaikan harga BBM. Bahkan saat pembahasan APBN pada tahun 2012 Fraksi PDIP sampai Walk Out untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Kami sangat mengapresiasi perjuangan itu. Tapi, sepertinya saat ini kawan kami itu tak ada lagi," tuturnya.

"Namun, kenapa saat berkuasa sekarang buku putih itu dilupakan," ujarnya.  Aboe mempertanyakan keseriusan pemerintahan Jokowi-JK menerapkan isi Buku Putih yang dahulu pernah dianjurkan PDI Perjuangan ke SBY itu.

Harga minyak mentah dunia sendiri anjlok secara tajam, dari patokan harga APBN 2015 sebesar 105 Dolar AS/barel turun hingga 75 Dolar AS/barel.

"Bukankah seharusnya lebih mudah mengimplementasikan buku putih tersebut, sehingga tak perlu menyengsarakan rakyat dengan menaikkan harga BBM," ujarnya.

"Lantas ke manakah buku putih tersebut ?" katanya.

Pasca menaikkan harga BBM. Jokowi, yang dikatakan sebagai petugas partai PDIP oleh Megawati berdalih bahwa terjadi pengalihan anggaran untuk infrastruktur.

“Selama ini pemerintah memerlukan anggaran untuk membangun infrastruktur, namun anggaran tidak tersedia karena dihamburkan untuk subsidi BBM,” jelas Jokowi di Istana Negara, Senin (17/11)

Tangisan PDIP ini disinyalir karena PDIP terlanjur dicap negative oleh banyak kalangan, khususnya umat Islam. Alhasil, demi meraih dukungan masyarakat maka digunakanlah tangisan, selain itu digunakan juga embel embel religius.

Tribunnewsw menyebutkan, bahwa Sekjen PDIP, Hasto mengklaim para kyai menangis.

"Kami semua menangis, para kiai menangis, bu Megawati menangis," ujar Hasto saat ditemui di depan kediaman Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/1). Hasto sendiri tidak memberikan bukti otentik perihal tangisan orang orang yang disebut sebagai Kiai.

Belum lama ini, Anton Charliyan, seorang tokoh controversial karena pernah menjadi dewan Pembina ormas GMBI . Ormag GMBI sendiri pernah berseteru dengan Front Pembela Islam (FPI) karena memancing kerusuhan dan melukai anggota FPI. Saat ini Anton mendekati pesantren serta para ulama demi memuluskan syahwat kekuasannya.

PDIP dikenal acapkali menyinggung umat Islam dengan mendukung penista agama, Ahok serta mendukung pengesahan Perppu Ormas. Maka sudah sebaiknya umat Islam lebih cerdas dalam memahami manuver PDIP. [MO]
Waspada Politik Tangisan! Reviewed by admin on January 14, 2018 Rating: 5 PDIP gencar memainkan politik tangisan. Pasalnya dikabarkan olehmerdekanews.com  Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menangis saat diberondon...