728x90 AdSpace

Usut Korupsi BLBI, Akhirnya KPK Periksa Eks Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro


Mantan Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) Dorodjatun Kuntjoro Jakti diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Sedianya, Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Megawati Soekarnoputri itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Syafruddin Arsjad Temenggung (SAT).

"Diperiksa sebagai saksi dalam kasus BLBI untuk tersangka Syafruddin Arsjad Temenggung (SAT)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (2/1/2017).

Dalam kasus ini, man‎tan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsjad Temenggung menyebut, penerbitan SKL BLBI disepakati oleh semua pihak. Tak terkecuali atas restu Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK).

Berdasarkan Keputusan KKSK Nomor 01/K.KKSK/03/2004 tertanggal 17 Maret 2004 yang disepakati oleh seluruh KKSK berisikan tentang persetujuan pemberian bukti penyelesaian kewajiban kepada pemegang saham BDNI.

KKSK saat itu sedang dipimpin oleh Dorodjatun Kuntjoro Jakti selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dengan anggota Menteri Keuangan Boediono, Kepala Bappenas Kwik Kian Gie, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Soemarno, serta Menteri BUMN Laksamana Sukardi.

Salah satu kewenangan KKSK yakni memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap rencana induk penyehatan perbankan yang disusun oleh BPPN. Kerja KKSK itu pun diperkuat dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8/2002, yang dikeluarkan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Sejauh ini KPK baru menetapkan satu tersangka dalam kasus ini. Satu tersangka tersebut yakni mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsjad Temenggung. Ia sempat mengajukan praperadilan, tapi gugatannya tersebut ditolak oleh pengadilan.

Syafruddin diduga kongkalikong saat menerbitkan SKL BLBI untuk pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang mengakibatkan kerugian negara sekira Rp4,58 triliun.

Atas perbuatannya, Syafruddin Temenggung disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

sumber: okezone
Usut Korupsi BLBI, Akhirnya KPK Periksa Eks Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Reviewed by admin on January 02, 2018 Rating: 5 Mantan Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) Dorodjatun Kuntjoro Jakti diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus d...