728x90 AdSpace

Setelah Heboh dengan #HOAKMEMBANGUN Kepala BSSN Ingin Lembaganya Miliki Kewenangan Penangkapan! Mau Menangkap Diri Sendiri?


Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi berharap BSSN memiliki kewenangan sendiri dalam hal penindakan. Hal ini disampaikannya usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BSSN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1).

"Nanti mestinya badan siber punya wewenang. Jadi badan siber punya wewenang mestinya, jadi bisa menindak langsung, bisa menangkap, menindak, dan diserahkan ke pemerintah," ujar Djoko usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

Ia menilai, tanpa adanya kewenangan untuk melakukan penindakan, maka BSSN tak bisa bekerja secara optimal. Menurutnya, Presiden pun meminta agar BSSN menggandeng lembaga lainnya seperti BIN dan Polri dalam melaksanakan tugasnya.

Baca, Gunakan Teknologi Canggih, BSSN Siap Bantu Mabes Polri.

"Nanti kita lihat undang-undangnya. Sedang disusun, saya berharap sih bisa menindak. Karena kalau ada badan siber tidak bisa menindak juga percuma," kata dia.

Lebih lanjut, menjelang tahun politik ini, Djoko pun memastikan lembaga di bawah kepemimpinannya tak akan berpihak dan bersikap netral. BSSN, kata dia, akan membantu mengamankan baik instansipemerintah maupun WNI dalam menangani masalah siber.

"Beliau (Presiden) mengarahkan bahwa kemampuan inidi samping untuk instansi pemerintah, juga ke BUMN juga ke privat bahkan kewarga negara," tambah dia.

Ia menjamin seluruh kegiatan di dunia siber akan mampu dikendalikan oleh lembaga ini. Termasuk masalah ujaran kebohongan atau hoaks serta penanggulangan terorisme bersama kepolisian.

 Kepala Badan Siber: Kalau "Hoax" yang Membangun, Silakan Saja

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi mengatakan, lembaganya akan turut berperan untuk membasmi hoax yang banyak bertebaran di media sosial. Hal ini disampaikan Djoko usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

"Tentu hoax ini kita lihat, ada yang positif dan negatif. Saya imbau kepada kawan-kawan, putra-putri bangsa indonesia ini, mari sebenarnya kalau hoax itu hoax membangun ya silakan saja," kata Djoko.

"Tapi jangan terlalu memprotes lah, menjelek-jelekkan lah, ujaran-ujaran yang tidak pantas disampaikan, saya rasa pelan-pelan dikurangi," kata dia.

Apalagi di tahun politik 2018 dan 2019, Djoko memastikan BSSN akan melakukan berbagai upaya untuk mengondisikan suasana di area siber betul-betul tenang dan aman. Dengan begitu, pesta demokrasi bisa betul-betul berjalan dengan sehat, baik, dan menghasilkan pemimpin terbaik.

Baca juga : Dokter Penyebar Hoax Istri Panglima TNI Diancam 6 Tahun Penjara

Djoko memastikan akan ada tindakan kepada orang-orang yang terus menyebar hoax di dunia maya. BSSN akan bekerja sama dengan lembaga terkait mulai dari Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Polri.

"Akan ada tindakan, jadi nanti kita ingatkan supaya berenti, tidak dilanjutkan. Tapi kalau nanti dia semakin menjadi-jadi ya nanti ada aturannya," kata dia.

Djoko meyakini, dengan diubahnya Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) menjadi BSSN, maka kinerja lembaga ini akan semakin baik. Tak hanya perubahan nama, tapi juga ada perubahan struktur dan tugas.

"Nanti kita segera beres-beres, menata semua organisasi, sehingga saya perirakan di pertengahan bulan ini sudah siap bekerja," kata dia.



Soal 'Hoax Membangun' ala Kepala Badan Siber, Fahri Hamzah: Bahaya!


 Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi pernyataan 'hoax membangun' yang dilontarkan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi. Menurut Fahri, pernyataan itu merupakan preseden yang buruk.

"Itu preseden buruk," ujar Fahri kepada wartawan lewat WhatsApp, Rabu (3/1/2018).

Fahri menyimpan kekhawatiran atas pembentukan BSSN. Fahri menduga sesuatu terkait pembentukan BSSN, salah satunya BSNN dianggapnya bisa jadi 'alat' pemerintah.

"Saya khawatir BSSN mau dipakai sebagai alat penggalangan," ucapnya.

"Ya itu saya dengar dia pengin dibolehkan bikin hoax dan boleh nangkap. Itu bahaya," imbuh Fahri memerinci soal kata 'penggalangan'.

Sebelumnya, Djoko Setiadi menyebut ada hoax yang negatif, ada pula yang positif. Djoko pun mengatakan, apabila hoax tersebut bersifat membangun, itu tak jadi masalah.

Baca juga: Ini Sosok Kepala Badan Siber yang Viral karena 'Hoax Membangun'

"Kalau hoax itu membangun, ya kita silakan saja, tapi jangan terlalu memproteslah, menjelek-jelekkanlah, ujaran-ujaran yang tidak pantas, saya rasa bisa dikurangi," ujar Djoko di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat.
(gbr/dnu)


Setelah Heboh dengan #HOAKMEMBANGUN Kepala BSSN Ingin Lembaganya Miliki Kewenangan Penangkapan! Mau Menangkap Diri Sendiri? Reviewed by admin on January 03, 2018 Rating: 5 Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi berharap BSSN memiliki kewenangan sendiri dalam hal penindakan. Hal ini disampai...