728x90 AdSpace

Rocky Gerung: "pemimpin yang tak berpikir, bukan saja dungu, tapi sekaligus melanggar konstitusi"


 1. Logika itu urusan ketepatan prosedur penalaran. Bukan motif bernalar atau moralitas personal. Dungu itu bukan orangnya, tapi cara berpikirnya.

2. Kedunguan dalam bernalar terjadi karena prosedur bernalar “diintervensi” oleh “logical fallacies” (sesat nalar). Intervensi terjadi karena prosedur tak ketat. Jadi, sesat nalar itu harus dicari di dalam prosedur, bukan diada-adakan  dari luar.

3. Tak ada pikiran yang separoh logis. Pikiran itu punya prosedur. Salah prosedur, salah seluruhnya. Karena itu dalam berlogika, nilai anda hanya mungkin A atau E.

4. Logika itu tampak dalam kalimat efisien. Bukan dalam banyaknya referensi atau artikel comotan.

5. Kalimat menjadi efisien bila “forma”nya tak dibebani moral. Kalimat moralis tak memerlukan prosedur logika.


6. Logika adalah aktivitas pikiran. Ia otonom. Tak memerlukan dukungan gerombolan untuk jadi logis. Mengundang pihak lain pertanda pikiran anda lemah.

7. Logika tak mungkin dibela dengan referensi. Sekali susunan pikiran diajukan, logika akan menilai dirinya sendiri: lurus atau bengkok.


8. Logika dapat dilatih dengan tiga syarat: anda bukan pemuja kekuasaan, anda bukan pemaksa kebenaran, anda bukan pengumpul pdf comotan.

9. Deteksi logical fallacies justru tumbuh dalam upaya kaum sofis membela rakyat kecil dalam debat klaim atas tanah berhadapan dengan elite Athena. Di sini, “kaum sofis” telah dipahami sebagai “buruk”. Lain kali saya terangkan salah kaprah ini.


10. Logika yg buruk, punya efek inflasi pada upaya “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Karena itu, pemimpin yang tak berpikir, bukan saja dungu, tapi sekaligus melanggar konstitusi. 



Rocky Gerung: "pemimpin yang tak berpikir, bukan saja dungu, tapi sekaligus melanggar konstitusi" Reviewed by admin on January 15, 2018 Rating: 5  1. Logika itu urusan ketepatan prosedur penalaran. Bukan motif bernalar atau moralitas personal. Dungu itu bukan orangnya, tapi cara ber...