728x90 AdSpace

Nahloh! KEMENTAN Menilai Impor Beras Belum Diperlukan, Sementara MENDAG Enggar Buka Keran Impor Beras



Kementan Menilai Impor Beras Belum Diperlukan

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Pertanian Momon Rusmono mengatakan impor beras belum mendesak dilakukan karena hasil panen tanaman padi cukup melimpah.

"Sebagai contoh, hasil panen tanaman padi di Kudus saja cukup melimpah karena luas lahan di Kecamatan Undaan pada bulan Januari 2018 yang siap panen mencapai 5.000 hektare lebih dengan tingkat produktivitas hingga 7,3 ton per hektare," ujarnya ditemui usai panen tanaman padi di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Minggu (7/1/2018).

Setelah Februari 2018, kata dia, luas areal lahan yang hendak dipanen lebih luas, begitupun di kabupaten lainnya.

Untuk Provinsi Jateng, lanjut dia, pada Januari 2018 alokasi panen Jawa Tengah sekitar 110.652 hektare, sedangkan untuk Februari 2018 tercatat ada sekitar 340.000 hektare.

Oleh karena itu, lanjut dia, Provinsi Jateng luas panennya mencukupi.

"Artinya, stok beras yang ada tidak hanya untuk kebutuhan provinsi, melainkan untuk kebutuhan nasional," ujar Momon.

Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, tidak perlu impor beras, karena petani akan menangis karena masuknya beras impor mengakibatkan harga jual beras petani anjlok.

Secara nasional, lanjut Momon, stok beras bisa mencapai 1 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat 2-3 bulan mendatang.

"Pada bulan depan, akan ada panen raya, sehingga target tahun 2018 untuk penyerapan beras oleh Perum Bulog 3,7 juta ton tentunya bisa dipenuhi," ujarnya.

Apabila terpenuhi, kata Momon, hingga tahun depan tidak ada lagi kekurangan beras.

Sementara luas areal panen untuk skala nasional pada Januari 2018 sekitar 1-1,2 juta hektare, sehingga ketika produktivitasnya mencapai 6 ton, maka memiliki stok 6 juta ton gabah kering panen (GKP).

"Jika rendemennya 50 persen, maka punya 3 juta ton beras, sedangkan tingkat konsumsi beras nasional berkisar 2,6 juta ton. Asumsi kami stok yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Ia optimistis, target swasembada pangan dapat terpenuhi, namun semua pihak harus kerja keras.

Sumber : Antara

Mendag Enggar Buka Keran Impor Beras, Goodbye Swasembada Pangan
 
Kementerian Perdagangan menyetujui impor beras khusus sebanyak 500 ribu ton beras khusus pada akhir Januari ini. Alasannya untuk memperkuat stok dalam rangka menekan harga di tingkat konsumen. Jadi, jangan bicara lagi swasembada pangan.

"Beras itu dari berbagai negara, yaitu Vietnam dan Thailand," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam jumpa pers usai rapat bersama distributor dan asosiasi pedagangan ritel di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis malam (11/1/2018).

Menurut Enggartiasto, impor akan dapat dilakukan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan mitra agar pemerintah bisa melakukan pengendalian. Politisi Nasdem ini, memastikan, pada akhir Januari, pasokan beras impor akan mulai masuk. Sehingga dapat mengisi kekosongan hingga musim panen pada bulan Februari dan Maret mendatang.

"Akhir bulan (Januari), masuk beras impornya. Kita siapkan pasokan beras impornya, kita isi sehingga Februari (harga) sudah bisa normal kembali," ujar Enggar, sapaan akrabnya.

Menurut dia, sekarang ini harga beras medium sudah mulai terkendali karena tidak ada lagi lonjakan harga. Kendati demikian, harga beras di pasaran belum stabil sesuai dengan ketentuan harga eceran tertinggi.

Adapun kategori beras khusus yang akan diimpor pemerintah, lanjut Enggar, adalah jenis beras khusus yang tidak ditanam di dalam negeri. Dia memastikan beras yang masuk kategori IR-64 bukanlah beras khusus yang akan diimpor.

Pemerintah mengklaim akan membeli beras kategori khusus itu dengan harga berapa pun namun akan tetap dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) beras medium, yakni Rp9.450,00 per kilogram.

"Jenis berasnya sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 01 Tahun 2018, itu kategori beras khusus yang kami bisa masukkan langsung. Harganya kita enggak peduli berapa tetapi saya jual harga medium," katanya.

Enggar menuturkan bahwa masalah melonjaknya harga beras, terutama beras kualitas medium, sebaiknya tidak perlu dipertentangkan penyebabnya berada di hulu atau hilir.

Menurut dia, saat ini yang terpenting bukanlah menggali penyebabnya, melainkan memenuhi kebutuhan beras untuk rakyat. "Kita isi saja dahulu. Nanti sibuk cari penyebabnya malah kita lupa selesaikan masalah kebutuhan rakyat. Ini urusan perut," kata Enggar.  (merdekanews.co)
Nahloh! KEMENTAN Menilai Impor Beras Belum Diperlukan, Sementara MENDAG Enggar Buka Keran Impor Beras Reviewed by admin on January 11, 2018 Rating: 5 Kementan Menilai Impor Beras Belum Diperlukan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementerian Perta...