728x90 AdSpace

Menyusul PPP, Hanura Mulai Pecah, Pecat Ketum yg Dinilai Arogan dan Represif


 Pengurus Hanura kubu Hotel Ambhara mengirim surat kepada Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto terkait pemecatan Oesman Sapta Odang (OSO) dari posisi ketum. Kubu Ambhara menilai Wiranto sudah tahu kabar pemecatan OSO.

"Sudah keluar (SK pemecatan), sedang kami proses. Pak Wiranto Ketua Dewan Pembina, kami mengantar surat ke beliau," ujar Wasekjen Hanura Wishnu Dewanto kepada wartawan di Hotel Ambhara, Blok M, Jaksel, Senin (15/1/2018).



"Beliau (Wiranto) mengetahui (soal pemecatan OSO)," tambahnya.

Wishnu mengatakan Wiranto berpesan kepada Hanura untuk berpegang teguh pada AD/ART partai. Wiranto tak menjawab gamblang apakah menyetujui atau sebaliknya soal pemecatan OSO.

"Gini, kalau beliau menyatakan mempertegas melalui memegang teguh aturan, beliau tidak seperti itu, tetapi mempertegas semua harus kepada aturan. Nah, aturan itu dicocokkan sama pelanggaran-pelanggaran yang ada," jelasnya.


Ada berbagai alasan pengurus kubu Ambhara memecat OSO. Salah satunya, OSO dinilai memecat 6 pengurus DPD Hanura secara semena-mena.



"Banyak aduan yang menyatakan komunikasi politik, arogan, tidak memperhatikan komunikasi sebagai seorang politisi senior yang santun karena kan kader politik kan tidak dibayar, mereka mengabdikan di rumah politik ini. Tentunya diberikan apresiasi, salah satunya diayomi tidak diberikan kalimat-kalimat yang represif," ucap Wishnu.

sumber: detik
Menyusul PPP, Hanura Mulai Pecah, Pecat Ketum yg Dinilai Arogan dan Represif Reviewed by admin on January 15, 2018 Rating: 5  Pengurus Hanura kubu Hotel Ambhara mengirim surat kepada Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto terkait pemecatan Oesman Sapta Odang (OSO) d...