728x90 AdSpace

Mengungkap Para P3lacor Politik



LNM Teriak, Istana Riang, Gerindra Mengerang
Oleh : Ki Tanggul Bengawan Solo

Bukan salah bunda mengandung. Tetapi kelahiran bayi adalah sebuah proses alamiah reproduksi. Begitu juga halnya dengan kekecewaan politik yang diekspresikan oleh LNM. Bisa jadi itu adalah ekspresi kekesalan pribadi karena kebuntuan komunikasi politik yang dihiasi dengan dugaan mahar politik. Bisa juga bahwa itu adalah bagian lain untuk mendelegitimasi elektabilitas Gerindra. Spekulasi dan intrik politik selalu terjadi dalam kultur politik saat ini.

Menyeruaknya konflik internal di dalam tubuh PA 212 dan koalisi PAN, PKS, Gerindra adalah bagian dari dinamika politik 2018 dan 2019. Dan di sisi lain menunjukkan semakin solidnya koalisi parpol rezim. Isu mahar politik sebagai bagian dari money politic karena mahalnya investasi politik menunjukkan gambaran peta kekuatan kapital para kontestan pemilu. Kelemahan di antara salah satu pihak akan menjadi celah untuk melemahkan. Dalam kultur politik Demokrasi hanya mereka yang memiliki kecukupan dana sajalah yang akan mampu bersaing dan establish. Dengan kata lain Demokrasi adalah sebuah sistem permainan politik yang menempatkan orang-orang kaya sebagai pemain utama. Bagaimana dengan para politisi tidak punya modal yang berkeinginan untuk mengikuti kontestasi. Tidak ada cara lain dengan jalan melakukan kolaborasi dengan konglomerat.

Sejak awal delegitimasi kekuatan ABI bisa dibaca. Mulai dari ancaman terhadap para tokohnya, hingga menjebaknya tanpa keberdayaan ke dalam transaksi politik pragmatis. Secara internal, juga karena faktor oportunisnya para tokoh dengan segala rencana angan-angan politiknya. Gagalnya poros koalisasi ketiga dalam Pilgub Jatim sehingga memupuskan harapan saluran politik kekuatan ABI Jatim menggambarkan problem internal dan eksternal sebagaimana dilukiskan di atas. Saling menyudutkan seraya membenarkan sikap politik di antara komponen Islam yang dipicu oleh teriakan LNM sungguh mempermalukan umat islam. Yang mempertontonkan kegagapannya mengkonsolidasi umat. Terutama dalam memaknai pentingnya penguasaan terhadap gelanggang politik.

Seluruh instrumen politik dan gelanggang politik intra parlemen dalam bingkai Demokrasi sudah dikuasai oleh rezim saat ini. Hingga memastikan tidak ada celah yang memungkinkan oposisi untuk mengambil kesempatan kecuali melakukan kompromi politik. Merapatnya PKS dan Gerindra ke dalam kubu koalisi PDI P dan PKB mendukung GI dan Puti yang didukung pula oleh salah seorang tokoh MUI Jatim, apapun penafsirannya menunjukkan bahwa Istana Riang dan Gerindra Meradang.

sumber: mediaoposisi.com
Mengungkap Para P3lacor Politik Reviewed by admin on January 15, 2018 Rating: 5 LNM Teriak, Istana Riang, Gerindra Mengerang Oleh : Ki Tanggul Bengawan Solo Bukan salah bunda mengandung. Tetapi kelahiran bayi adal...