-->

Mengenang Iqbal! Kisah Hijrah Mantan Pemain Pesantren & Rock n Roll Hingga Kisah Sebelum Meninggal! Semoga Khusnul Khotimah







Mantan pemain sinetron Pesantren & Rock n Roll, Muhammad Iqbal Azhari, dikabarkan meninggal dunia pada hari Sabtu (30 /12/2017) kemarin.

Iqbal menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Advent Bandung karena penyakit liver stadium akhir.

Kabar meninggalnya pria bertato yang sudah hijrah ini bisa dilihat pada postingan beberapa sahabatnya seperti Ustaz Derry Sulaiman dan Ustaz Hanan Attaki di akun Instagram pribadinya.


"Selamat jalan kawan... Innalillahi wa inna ilaihi raji'un... Banyak kenangan yg ada di otak ku.... aku berduka.... @muhammad_iqbalazhari

Aku bersaksi...

Antum orang baik...

Orang sholeh...

Da'iNya Allah.... Smg Allah ampunkan semua khilaf & dosa & terima semua pengorbanan antum braderr... i love u... Allah loves u... InsyaAllah masuk surga... aamiiin... Sahabat ku semua... tolong kirimkan doa yg tulus utk iqbal yaaa... al fatihah... #dsas

#langkahdakwah
#inspirasitaubat
#ngopi
#benderakuning
#mobilderek
#pesantrenrockandroll" tulis ustaz Derry dalam caption fotonya.

"Teman2, yuk kirim alfatihah dan doa untuk sahabat kita @muhammad_iqbalazhari ... semoga Allah menerima amal solehnya, mangampuni dosanya, menjadikan alam kuburnya sbg taman surga

Beliau sosok inspirasi dalam hijrah dan dakwah

Semoga kita bertemu lagi sobat, di dalam surga Allah. Kami akan lanjutkan perjuanganmu" tulis ustaz Hanan Attaki dalam caption fotonya.

Seperti diketahui, nama Muhammad Iqbal sendiri pernah menghiasi dunia persinetronan Indonesia pada tahun 2011 silam.

Dia pernah bermain di sebuah sinetron religi berjudul Pesantren & Rock n Roll.

Berikut ini cuplikan video tentang aktingnya dalam sinetron tersebut.

Setelah membintangi sinetron tersebut, nama Muhammad Iqbal semakin dikenal oleh anak-anak muda sebagai Motivator Hijrah, terutama remaja Bandung.



Namun siapa sangka, sang motivator hijrah ini rupanya juga memiliki masa lalu yang cukup kelam.

Dalam acara Titik Balik Trans 7 tahun 2015 silam, Iqbal mengisahkan bahwa dirinya pergi dari rumah dan tinggal di jalanan sejak kelas 1 SMP.

Tribunstyle melansir dari Tribunbogor, "Awalnya saya suka musik metal dan keras. karena bisa lampiaskan emosi saya. Dan saya dulu sempet gak pulang kelas 1 SMP saya keluar dari rumah," ungkapnya dalam acara itu.

Beberapa saat kemudian, dirinya pun memutuskan untuk kembali ke rumah.

Sayangnya, orangtua dan keluarganya sudah tidak ada di rumah lagi dan pindah ke Jakarta.

Akhirnya, Iqbal pun memutuskan untuk kembali ke jalanan.

Semua pekerjaan mulai dari pengamen hingga tukang parkir pun dia lakoni untuk sekadar mengisi perut dan bertahan hidup.

Bahkan, dia tidak malu-malu untuk mengambil sisa makanan orang lain.

"Dulu kalau gak ada duit dan lagi lapar. Saya tungguin orang yang makan, pas mereka pergi saya samperin makanan itu lalu saya makan. cuek aja gak ada malu-malunya dulu," tuturnya.

Iqbal juga mengisahkan bahwa dirinya sempat menjadi korban geng motor Bandung.

Untungnya, nyawanya masih selamat karena berhasil bersembunyi di selokan.

Setelah enam tahun berpisah dengan keluarga, akhirnya dia bertemu kembali dengan orangtuanya.

"Saya ketemu setelah nyari 6 tahun. Saya senang, dan saya sempat bilang kalau saya bakal balik lagi ke orangtua saya. Saya salut sama orangtua yang percaya kalau saya orang baik," ujar Iqbal.

Selain itu, Iqbal juga mengisahkan bahwa dirinya sempat menjadi seorang pengguna narkoba.

Bahkan, diirnya sempat dilarikan ke rumah sakit karena overdosis.

Namun, kenyataan pahit itulah yang bisa menggugah hati Iqbal untuk berhijrah menjadi manusia yang lebih baik.

"Saya overdosis dan masuk rumah sakit. Saat itu saya bernazar kalau saya masih diizinkan hidup, izinkan saya untuk tobat. Dan benar setelah saya keluar dari rumah sakit saya bertobat," ungkap Iqbal.

Selamat jalan Ustaz Muhammad Iqbal Azahri, semoga amal ibadahmu diterima Tuhan Yang Maha Esa. (Tribunstyle/ Irsan Yamananda)


Mantan personil band Mobil Derek Muhammad Iqbal Azhari memiliki kisah yang menarik. Sekitar enam bulan sebelum ia pulang ke Rahmatullah.


Kisah ini tentang gejolak hatinya untuk memilih antara menerima tawaran karena desakan ekonomi atau mempertahankan jenggot. Ia menulisnya pada 8 Agustus 2017, dengan unggahan tayangan film horor yang ia bintangi.

Begini ia berkisah:

Dunia entertainment itu memang sangat menguji iman kita. Di antara dua pilihan yang menyulitkan.
Antara harta atau takwa. Namun balik lagi dengan kecintaan, bila mana kecintaan kita terhadap Allah dan Baginda Rasulullah melebihi segalanya, maka harta dunia bagaikan mainan yang sangat mudah untuk kita lepaskan.

Beda dengan sosok yang sangat kita cintai, sejenuh apapun, selupa apapun kita terhadapnya. Namun yang namanya cinta pasti akan tetap ada di dalam hati.

Sedikit cerita yang pernah saya alami. Di saat saya meninggalkan dunia perfilman dan semacamnya, saya memulai lagi untuk belajar taat. Namun tidak munafik, yang namanya ekonomi di dalam rumah tangga sangat menuntut kita untuk mencukupi kehidupan keluarga.

Singkat cerita, setelah lima tahun berjalan untuk berusaha istiqomah, lalu datang kembali tawaran untuk main layar lebar dengan peran yang sudah di tentukan oleh produser dan sutradara.

Banyak godaan di dalam pikiran yang harus mengikuti aturan mereka demi sebuah karyanya. Saat itu saya disuruh untuk mencukur JANGGUT saya dan melepas penutup kepala saya.

Ok ini lah yang buat saya merasa dilema. Diuji untuk memilih. Antara: harta yang bisa menenuhi kebutuhan keluarga, atau mempertahankan ketakwaan kepada yang memberi harta?

Alhamdulillah Allah memberi jalan atau solusi akan kerisauan saya. Dengan kuasa Allah, saya mampu menolak tawaran tersebut bilamana JANGGUT ATAU PENUTUP KEPALA INI saya LEPAS.

Perdebatan sudah pasti ada ketika itu. Namun Alhamdulillah saya masih diberi keyakinan bahwa tidak ada rezeki yang tertolak, bilamana itu datangnya dari Allah (Allah Ridho). Dan Alhamdulillah, rezeki yang Allah berikan itu masih milik saya.

Hingga akhirnya saya tetap bekerja tanpa perlu mengorbankan tanda bakti atau cinta saya kepada baginda Rasulullah untuk mencukur janggut dan melepas penutup kepala saya.

Hakikatnya: Bila mana kita lebih mementingkan apa yang Allah dan Rasulullah perintahkan, maka Allah akan memerintahkan seluruh makluk yang ada di bumi, termasuk seluruh malaikat-malaikatNya untuk membantu kesulitan-kesulitan kita.

Bilamana kita cinta dengan sunah Baginda, yang salah satunya adalah janggut, maka pastikan hati kamu akan menangis ketika sehelai janggut ini kamu korbankan demi harta.
Sumber : bersamadakwah.net






Promo