728x90 AdSpace

Kementan soal Impor Beras 500.000 Ton: Bukan karena Produksi Kurang


Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) memutuskan untuk membuka keran impor beras khusus sebanyak 500 ribu ton. Putusan impor beras ini upaya pemerintah dalam mengendalikan harga beras yang melonjak tajam.

Rencananya, impor beras khusus ini akan mulai dilaksanakan akhir bulan ini. Pemerintah telah memilih beras yang berasal dari Thailand dan Vietnam untuk masuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, menyatakan keputusan tersebut tepat dan berdasarkan kesepakatan berbagai pihak.
"Jadi begini yang saya pahami, namanya kebijakan adalah kebijakan pemerintah. Pasti kebijakan pemerintah sudah dibicarakan. Secara detail saya enggak mengikuti tapi Pak Menteri (Amran Sulaiman) dan Pak Mendag (Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita), kalau sepemahan saya ini kebijakan komprehensif artinya segala aspek sudah dipertimbangkan," kata Agung saat ditemui di Toko Tani Indonesia, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (12/1).

Agung menyebutkan, alasan pemerintah melakukan impor lantaran harga beras medium sudah terus melambung dan langkah ini diharapkan bisa menekan harga. Agung juga menegaskan bahwa beras yang diimpor merupakan beras yang tidak diproduksi di dalam negeri.
Lebih lanjut, Agung menyebut impor beras ini bukan karena stok beras dalam negeri berkurang. Menurut Agung, stok beras di dalam negeri saat ini mencukupi. Impor hanya untuk berjaga-jaga saja.
"Itu datang terus (beras). Aku berani bazar masak produksi kurang? Kalau produksi kurang saya tidak berani bazar," dalihnya.
sumber: kumparan
Kementan soal Impor Beras 500.000 Ton: Bukan karena Produksi Kurang Reviewed by admin on January 13, 2018 Rating: 5 Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) memutuskan untuk membuka keran impor beras khusus sebanyak 500 ribu ton. Putusan im...