728x90 AdSpace

Fredrich: Saya Dibumihanguskan, Istri Bawakan Obat Jantung ke KPK


Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan, dia hanya melakukan tugasnya sebagai pengacara. Dia merasa difitnah telah melakukan pelanggaran dengan tuduhan mencegah dan merintangi penyidikan dugaan tindak pidana korupsi proyek KTP-elektronik atas tersangka Novanto.

"Sekarang saya dibumihanguskan. Ini adalah suatu pekerjaan yang diperkirakan ingin menghabiskan profesi advokat. Hari ini saya diperlakukan oleh KPK, berarti semua advokat akan diperlakukan hal yang sama dan ini akan diikuti oleh kepolisiian maupun jaksa. Jadi advokat sedikit-sedikit disebut menghalangi," ujar Fredrich yang sudah mengenakan rompi tahanan warna oranye saat keluar dari gedung KPK, Sabtu dini hari.

Fredrich mengaku mendapat laporan bahwa ada salah seorang anak buahnya yang mendapat ancaman saat KPK melakukan penggeledahan di kantornya pada Kamis (11/1). "Anak buah saya mengirim foto ada orang KPK melakukan penggeledahan, anak buah saya cewek dapat ancaman katanya, 'kamu menghambat penyidikan, kamu bisa dijerat pasal 21'," ungkap Fredrich.

Fredrich membantah melakukan skenario untuk menghalangi penyidikan Setnov dalam kasus KTP-el. "Sama sekali tidak ada. Buktikan. Itu permainan. Tidak ada itu sesuatu hal rangkaian. Itu namanya skenario ingin membumihanguskan. Bohong semua," katanya.

Fredrich pun mempertanyakan penangkapan terhadap dirinya. Dia merasa baru satu kali tidak memenuhi surat panggilan. "Di surat panggilan pertama itu saya diminta untuk datang jam 10, tetapi jam 8 (malam) sudah datang untuk paksa dijemput, belum sampai 24 jam. Penangkapan itu kan tidak bisa dilakukan, harus setelah dua kali panggilan, ini satu kali panggilan saja belum selesai," ujar

Fredrich tiba di gedung KPK pada Sabtu (13/1) dini hari sekitar pukul 00.08 WIB dengan dikawal oleh penyidik KPK Ambarita Damanik dan sejumlah petugas lainnya. Ia tampak mengenakan kaos hitam, celana jeans dan sepatu hitam dengah hanya membawa secarik kertas turun dari mobil petugas KPK.

Sebelumnya pada Jumat (12/1) malam, KPK menahan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo seusai diperiksa sebagai tersangka dalam kasus yang selama di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur untuk 20 hari pertama.

Fredrich dan Bimanesh diduga bekerja sama memasukkan tersangka Setya Novanto ke rumah sakit untuk dilakukan rawat inap dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK, termasuk dengan menyewa satu lantai di RS Medika Permata Hijau.

Atas perbuatannya tersebut, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur mengenai orang yang sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang terdakwa dalam perkara korupsi dapat dipidana maksimal 12 tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.

Fredrich keluar sekitar pukul 11.05 WIB dari gedung KPK Jakarta setelah ditangkap dan dibawa ke gedung itu pada sekitar pukul 00.05 WIB. Ia ditahan selama 20 hari pertama di rumah tahanan (rutan) Jakarta Timur klas I cabang gedung KPK.
Sumber : Antara
 
Istri Bawakan Obat Jantung ke KPK

Penangkapan pengacara Fredrich Yunadi oleh pihak KPK pada Jumat (12/1/2018) jelang tengah malam, mengejutkan pihak keluarga. Lantas, mereka mendatangi kantor KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, kendati sudah dini hari.

Istri Fredrich, Linda Indriana Csmpbell bersama dua keponakan dan pembantu rumah tangga datang ke kantor KPK pada Sabtu (13/1/2018) pukul 02.10 WIB.

Setelah duduk menunggu di sofa di lobi kantor KPK, mereka ditemui oleh Sapriyanto Refa selaku kuasa hukum Fredrich.

Selain berbincang beberapa menit, Linda sempat menyerahkan tas berisi pakaian ganti untuk Fredrich kepada Sapriyanto. Linda juga menitipkan bungkusan berisi obat untuk suaminya itu.

"Bawakan obat bapak (jantung) sama pakaian," kata keponakan perempuan Fredrich saat keluar meninggalkan kantor KPK.

"Ya kaget (Fredrich ditangkap KPK), yah namanya juga kami keluarga," imbuhnya.

Sementara itu, Linda mengaku belum bisa menemui suaminya. Dia menyebut hanya bisa menitipkan barang untuk Fredrich.

"Kami belum bisa ketemu sih. Tadi cuma nganter aja," ujarnya.

Keluarga Fredrich itu hanya sekitar 40 menit di dalam kantor KPK. Lantas, mereka keluar meninggalkan kantor KPK.

Sebelumnya, Fredrich Yunadi selaku tersangka ditangkap oleh tim KPK di RS Medistra Jakarta karena dinilai tidak kooperatif. Sebelumnya, dia mangkir dari panggilan pemeriksaan sebagai tersangka.

Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menghalangi atau merintangi penyidikan kasus e-KTP Setya Novanto.

Fredrich bersama dokter Bimanesh Surtarjo diduga "bersekongkol" memasukkan Setya Novanto ke RS Medika Permata Hijau Jakata pada 16 November 2017. Keduanya diduga memanipulasi data medis untuk Setya Novanto dengan tujuan agar orang nomor satu DPR RI tersebut bisa menghindari panggilan pemeriksaan KPK.

Saat kejadian itu, Fredrich Yunadi adalah kuasa hukum dari Setya Novanto. Sementara, Bimanesh Sutarjo merupakan dokter yang menangani Novanto di RS Medika Permata Hijau.

sumber: tribunnews
Fredrich: Saya Dibumihanguskan, Istri Bawakan Obat Jantung ke KPK Reviewed by admin on January 13, 2018 Rating: 5 Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengatakan, dia hanya melakukan tugasnya sebagai pengacara. Dia merasa difitnah telah mel...