-->

Sentilas Pedas! Polri: Penolakan Ustaz Somad, Kami Tak Bisa Ikut Campur! Fahri Hamzah: "lepas tangan kayak gini bikin pegel...."








Menyalin Laman Viva.Co.Id, Ustaz Abdul Somad kembali menjadi perbincangan. Setelah beberapa waktu lalu ditolak di Bali, ustaz berusia 40 tahun ini kembali ditolak untuk memberikan ceramah di Hong Kong. Ustaz Somad ditolak di Bandara Internasional Hong Kong, Sabtu 23 Desember 2017.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Humas Polri, Brigjen Pol Muhammad Iqbal, mengatakan, penolakan itu merupakan kewenangan dari pemerintah setempat. Menurutnya, pemerintah Indonesia atau Polri tidak bisa ikut campur.

"Itu sepenuhnya kewenangan pemerintah Hong Kong. Kami tidak ada dapat campur tangan atau ikut campur, mereka negara berdaulat. Kita juga ketika Indonesia menjumpai kewenangan tertentu negara lain tidak boleh campur tangan, begitu kan," ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 26 Desember 2017.

Dia menegaskan, tidak ada pencekalan yang dilakukan otoritas pemerintahan atau Polri terhadap Uustaz Somad.

"Nah sampai sejauh ini tidak ada permintaan dari kelembagaan mana pun apalagi Polri terhadap pencekalan ustaz Somad. Ini sepenuhnya kewenangan pemerintah Hong Kong," ujarnya.

Mengenai perkembangan kasus dugaan persekusi ustaz Somad di Bali, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini mengatakan jajarannya masih menyelidiki.

"Polda Bali sudah memanggil beberapa saksi. Tapi masih dalam tahap penyelidikan, undangan dan lain-lain mengumpulkan alat bukti untuk menemukan unsur pidana," katanya.

Ia pun menegaskan, proses hukum kasus ini masih berjalan, walaupun terlapor telah menyampaikan permohonan maaf.

"Prinsipnya Polri akan memproses hukum ini apabila ada unsur tindak pidana. Permohonan maaf memang tidak menggugurkan proses hukum itu," ujarnya.

Apabila permohonan maaf itu diterima, maka polisi mempunyai kewenangan diskresi yakni restorative justice.

"Tapi sampai saat ini belum ada itu ya. Beberapa Polda sudah menerima laporan itu, Polda Bali, Riau bahkan Mabes Polri. Kami lakukan supervisi, ketika unsur terpenuhi maka kemungkinan akan kami tarik di Mabes Polri," ucapnya.

Menanggapi Mabes Polri: Deportasi Abdul Somad Sepenuhnya Wewenang Hongkong Fahri Hamzah Bercuit


Mental modelnya sudah salah dari awal...lupa bahwa melindungi segenap bangsa adalah kewajiban...lepas tangan kayak gini bikin pegel.... 
#MerdekaBro! @Fahrihamzah
26/12/2017 21:35:33 WIB

SEKALI LAGI PENOLAKAN USTADZ ABDUL SOMAD

Pertama, Peristiwa ini adalah peristiwa memalukan. Sebab saya ingat dulu, sebagai ketua PANJA UU Imigrasi DPR memperjuangkan semua orang di dunia ini untuk tidak boleh ditolak masuk Indonesia tanpa alasan.

#MerdekaBro! @Fahrihamzah
27/12/2017 00:54:02 WIB
Kedua, Konvensi Internasional tentang Kebebasan / hak2 Dasar (termasuk Bertransportasi) melindungi setiap manusia untuk datang ke megara mana saja San keluar dari negara mana saja. Apalagi memasuki Hongkong yang sama sekali tidak memerlukan visa.

#MerdekaBro! @Fahrihamzah
27/12/2017 00:55:11 WIB
Ketiga, oleh sebab itu pemerintah berdaulat Negara Republik Indonesia ini harus mengutuk keras jika ada warganya ditolak dimanapun. Sebab itu adalah pertanda kita sebagai negara berdaulat. Kita telah meratifikasi pasal2 HAM DALAM UUD1945 secara luas.

#MerdekaBro! @Fahrihamzah
27/12/2017 01:13:33 WIB
Kelima, berbeda ceritanya jika ternyata pemerintah menyetujui dan telah menerima pencegahan itu sebelumnya. Belakangan kita mendengar kepolisian mengatakan “itu hak Hongkong”. Tidak ada hak hingkong yg kebal hukum. Semua harus dipertanyakan dasarnya.
#MerdekaBro! @Fahrihamzah
27/12/2017 00:58:18 WIB
Keempat, ini bukan soal Ustadz Abdul Somad, tapi soal tugas negara untuk melindungi warga negara dan seluruh tumpah darah Indonesia. Karenanya jika seorang rakyat Indonesia mendapat perlakuan seperti ini, maka kita kembali kepada tugas negara kita.

#MerdekaBro! @Fahrihamzah
27/12/2017 01:15:05 WIB
Publik perlu tahu peristiwa ini sebab ada ratusan ribu warga Indonesia di Hongkong. Jangan sampai peristiwa ini hilang begitu saja seperti pertistiwa penolakan Panglima TNI di masa lalu. Hadirnya negara dalam setiap peristiwa seperti ini penting sekali.






Promo