-->

Putra Alfian Tanjung Berharap Kriminalisasi Ayahnya Segera Berakhir







Pengamat Komunis Indonesia, Ustadz Alfian Tanjung hari ini menjalani persidangan perdana di Pengadilan Negeri Kelas 1 Jakarta Pusat terkait cuitan di Twitternya tentang “85% Kader PKI ada di PDIP”.

Salah satu anak Alfian, Iqbal Almaududi berharap kasus kriminalisasi yang menimpa ayahnya segera berakhir.

“Kami berharap kriminalisasi ini gak usah lama-lama karena terlihat sekali baik kasus yang di Surabaya maupun yang di Jakarta ini dipaksakan,” ungkap Iqbal kepada Kiblat.net sebelum persidangan ayahnya dimulai pada Rabu (27/12/2017).

Selain harapan yang disampaikan, ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait hukuman ataupun beban ayahnya yang mungkin akan bertambah.

“Kami khawatir hukumannya makin bertambah, karena sudah divonis di Surabaya kemarin selama dua tahun, belum nanti persidangan ini juga lama waktunya,” ungkapnya.

Alfian Tanjung dihadapkan ke meja persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat setelah sebelumnya dijatuhi vonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya. Sidang vonis perkara Alfian Tanjung yang digelar pada Rabu (13/12/2017) lalu, Jaksa Penuntut Umum telah mendakwa Ustadz Alfian dengan pasal 156 KUHP dan UU Penghapusan Diskriminasi Ras & Etnis (UU PDRE).

Ustadz Alfian dinyatakan bersalah melanggar Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b butir 2 Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis. Sebelumnya, jaksa menuntutnya dengan hukuman tiga tahun penjara.

Putusan hakim Pengadilan Negeri Surabaya tersebut dikeluarkan terkait ceramah yang dilakukan Alfian Tanjung di Masjid Mujahidin, Tanjung Perak, Surabaya pada Februari 2017. Menanggapi vonis itu, Alfian langsung menyatakan akan melayangkan banding. (kiblat.net)






Promo