-->

Pengidap HIV/AIDS Indonesia Kalahkan Thailand, Dokter Boyke: Ancaman Serius Indonesia







Boyke Dian Nugraha atau yang biasa disapa Dokter Boyke mengungkapkan pengidap HIV/AIDS di Indonesia sangat mengkhawatirkan.

Menurutnya, pengidap HIV/AIDS di Indonesia mencapai sekitar 3,2 juta penderita.

"Yang ketahuan itu hanya bagian dari permukaan gunung es itu sendiri," ucapnya saat ditemui usai mengisi sebuah seminar di kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) beberapa waktu lalu.

Dokter Boyke melanjutkan di Asia Pasifik, Indonesia paling tinggi bahkan sudah mengalahkan Thailand.

"HIV/AIDS ancaman yang serius bagi Indonesia," ucapnya.

Dokter Boyke juga sangat khawatir kalau anak-anak muda menganggap bahwa seks bebas adalah hal yang biasa.

"Saya sebagai dokter yang membidangi masalah kesehatan reproduksi, kita khawatir bahwa kalau anak-anak muda tidak diberi pengetahuan-pengetahuan seperti itu, mereka menganggap itu sebagai perilaku generasi zaman now, itu yang salah," kata Dokter Boyke.

Ia juga mengatakan dirinya terus mengingatkan kembali akan bahaya-bahaya dari seks benas.

"Daripada sampai hubungan seks sebelum menikah. Meskipun dianggap orang kuno, tetapi tetap harus dipertahankan. Adat Jawa mempertahankan hubungan seks harus setelah menikah. Jangan dibalik," ujarnya.

Menurutnya, perlu digalakkan selalu bahaya seks bebas dan perlunya langkah mengantisipasi hal-hal tersebut.

"Antisipasinya adalah dengan seminar-seminar dengan memberikan pengetahuan-pengetahuan, kemudian dari pihak media seperti Tribun sudah banyak oplah-oplah di Jogja."

"Meskipun mahasiswa-mahasiswa sekarang jarang baca koran, tetapi melalui berita online lama-lama akan disadarkan," tuturnya.

Dokter Boyke juga mengungkapkan tentang bahaya penggunaan narkoba.

"Makanya kita kasih tahu bahwa itu bukan hanya kehamilan yang tidak diinginkan, tetapi ada penyakit kelamin dan HIV/AIDS, bahkan Jogja juga termasuk pusat narkoba. Itu juga harus diingatkan," tuturnya.

Menurut Dokter Boyke sebagian besar penularan HIV/AIDS juga melalui narkoba.

"Bahkan mencapai 30% di Jakarta. Di Jogja juga kurang lebih sama," ujarnya.

sumber: tribunnews






Promo