728x90 AdSpace

Pasca Insiden Penelanjangan Santriwati di Tasikmalaya, Toko Ratu Paksi Akhirnya Disegel Aparat! Terkuak ada yg Dilanggar


Insiden ditelanjanginya seorang santriwati di Tasikmalaya menuai kemarahan warga. Mereka menegcam tindakan petugas kemanana yang menelanjangi seorang guru madrasah di Tasikmalaya yang berinisial Aq (16).

Menurut informasi yang dihimpun wartapriangan.com, kejadiannya berawal saat korban berbelanja di Ratu Paksi, sebuah toko pusat aksesoris di Tasikmalaya. Namun, saat hendak keluar toko detektor berbunyi. Korban pun diamankan oleh pihak kemananan toko tersebut.

Petugas keamanan kemudian menggeledah korban. Tapi karena petugas kemananan tidak menemukan barang yang dicurigai, korban pun dibawa ke kamar mandi.

Menurut keterangan ibu korban, Devi Badrudin, di kamar mandi itulah anaknya ditelanjangi, pakaiannya dilucuti. Korban yang merupakan siswi kelas 2 SMA ini ditinggalkan di kamar mandi dalam keadaan telanjang.

“Kamu tunggu di sini, ini pakaian saya bawa dulu untuk diperiksa detektor. Biar tidak bolak-balik,” terang Devi Badrudin seperti dilansir jejakjabar.com.

Setelah digeledah dan pakaiannya dilucuti oleh petugas keamanan Toko Ratu Paksi yang beralamat di Jalan Sukalaya 1, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya tersebut, ternyata korban terbukti tidak mencuri. Menurut ibu korban, detektor berbunyi karena barcode permanen yang terdapat dalam celana yang dikenakan korban. (jejak jabar)

 Pemkot Tasik Segel Toko Ratu Paksi. Inilah Izin yang Dilanggar

 Pemerintah Kota Tasikmalaya menutup sementara toko alat jahit dan accesories Ratu Paksi Jalan Sukalaya 1 No. 15 Kel. Yudanegara Kec. Cihideung Kota Tasikmalaya, Senin (25/12) sore.

Keputusan itu dinyatakan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan saat pertemuan antara Pemkot Tasikmalaya, Forkominda dan perwakilan ormas Islam, OKP, LSM yang tergabung dalam Mujahid Tasikmalaya Menggugat (MTM) di Aula Mapolresta Tasikmalaya, siang tadi.

"Pemkot tadi sudah menugaskan Satpol PP, DPMPTSP, Kesbang untuk mempelajari izin toko tersebut juga sidak langsung," ujarnya.

Setelah dikaji dan dipelajari, Pemkot Tasikmalaya dapat memberikan laporan sebagai berikut :

Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Nomor: 648/Kep.1976/IMB/BPPT/2013 surat dari pemohon dari saudara Gideon Harjanto memohon izin untuk mendirikan bangunan toko di Jalan Sukalaya 1 No. 15 RT/RW 001/001 Kel. Yudanegara Kec. Cihideung Kota Tasikmalaya.

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Nomor: 503/3758/PK/DPMPTSP/VIII/2017 Perusahaan Ratu Paksi pemilik perusahaan Aan Utomo.

Izin Gangguan Nomor: 503/3757-HER-DPMPTSP berlaku sampai dengan 9 Agustus 2017, memutuskan memberikan izin gangguan kepada Aan Utomo yang beralamat Jalan Yudenegara No. 67 RT/RW 001/001 Kel. Yudanegara Kec. Cihideung Kota Tasikmalaya

Terletak diatas tanah milik Gideon Harjanto beralamat Wamen RT 006/003 Kel. Pecu Kec. Wedi Kab. Klaten Jawa Tengah.

Pada kenyataannya bahwa usaha jasa dagang accesories wanita Ratu Paksi tersebut menggunakan bangunan seluas  kurang lebih 1.225,5 m2, sehingga ada kelebihan luas bangunan yang tidak mempunyai izin yaitu seluas kurang lebih 938 m2

"Demi kepentingan yang lebih besar, untuk sementara Toko Ratu Paksi ditutup terlebih dahulu," tegas Ivan.

Sementara itu, Manager Toko Ratu Paksi, Fitri Nurhaliza mengungkapkan, keputusan Pemkot Tasikmalaya menutup sementara toko yang dikelolanya langkah yang terbaik dan sesuai prosedur.

"Itu yang terbaik, sesuai prosedur kita ikuti," ucapnya didepan Toko Ratu Paksi. (JD)

Pasca Insiden Penelanjangan Santriwati di Tasikmalaya, Toko Ratu Paksi Akhirnya Disegel Aparat! Terkuak ada yg Dilanggar Reviewed by admin on December 25, 2017 Rating: 5 Insiden ditelanjanginya seorang santriwati di Tasikmalaya menuai kemarahan warga. Mereka menegcam tindakan petugas kemanana yang menela...