728x90 AdSpace

Bom Panci Meledak, 3 Polisi Tewas, Jasad Teroris Ditolak Warga, Kriminolog Sebut Sebagai Imbas Ketegangan Pilkada DKI



Aksi teroris yang menyita perhatian di tahun 2017 terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Bukan hanya soal lokasi yang berada di ibu kota, namun korbannya juga serius. Dari lima korban tewas, tiga di antaranya adalah anggota Polri, sedangkan dua lagi pelaku bom bunuh diri.

Aksi terorisme terjadi di kompleks terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, sekitar pukul 21.00-2.05 WIB, Rabu 24 Mei 2017. Dua kali terdengar suara bom bunuh diri meledak di lokasi kejadian. Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di sekitar toilet terminal Kampung Melayu.

"Pada ledakan pertama, ada saksi sedang makan di sebuah tempat makan yang jaraknya 50 meter dari ledakan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Pokri, Kamis (25/5).

Setelah terjadi ledakan pertama, saksi mata berusaha mendekat ke titik ledakan karena diketahui ada sejumlah korban jiwa akibat ledakan tersebut. Namun, berselang tak lama kembali terjadi ledakan lebih besar. Kali ini bom meledak di busway shelter Kampung Melayu. "Antara ledakan pertama dan kedua, jaraknya hanya sekitar lima menit," lanjut Setyo.

Setyo mengatakan, total korban tewas dari polisi menjadi tiga orang. Mereka adalah Bripda Taufan Tsunami, Bripda Ridho Setiawan, dan Bripda Imam Adinata. Selain tiga polisi yang tewas, juga ada lima anggota polisi lainnya dan dua warga sipil yang menderita luka-luka dan sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Anggota Polri yang gugur ada tiga orang," ujarnya. Para anggota Polri yang gugur saat itu sedang beristirahat usai melakukan pengamanan di lokasi kejadian.

Bom Panci Kampung Melayu dari Bandung

Setelah dilakukan penyelidikan diketahui bahwa jenis bom yang digunakan oleh pelaku adalah bom panci yang berisikan paku dan gotri. Sesuai temuan di lapangan panci itu dibeli pelaku di minimarket kawasan Padalarang, Bandung. Hal itu dapat diketahui lantaran ditemukan struk pembelian panci di salah satu saku pelaku bom bunuh diri ini.

Menurut Setyo, pelaku bom panci ini bukan orang amatir. Pasalnya membuat bom panci dengan daya ledak tinggi tidak mudah, sehingga tidak semua orang bisa membuatnya. "Ini tidak sembarangan orang bisa buat seperti ini, ini orang yang memiliki kemampuan khusus," ucap Setyo.

Setelah dilakukan penyidikan mendalam, polisi akhirnya dapat mengungkap identitas dua pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu. Kepala bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, dua pelaku bernama Ihwan dan Ahmad Sukri.

"Untuk di TKP 1 atas nama Ihwan, dan TKP 2 bernama Ahmad Sukri," ujar Martinus, Kamis (25/5). Identitas pelaku sendiri diketahui setelah dilakukan pemeriksaan DNA di rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Jaringan Teroris Bom Panci Dibekuk

Pada 31 Mei 2017, Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror kembali menangkap tiga orang yang diduga membantu aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu. Ketiganya adalah Asep Sofian, Waris Suyitno, dan Jajang Ikin Sodikin. Tersangka tersebut langsung ditahan di Polres Metro Depok.

"Semuanya langsung dilakukan penahanan," kata Kabid Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, Jumat (2/6). Tiga tersaka dijerat dengan pasal 15 Jo Pasal 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dengan ancaman pidana seumur hidup atau hukuman mati.

Menurut Setyo, ketiganya berperan menyediakan bahan peledak untuk aksi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu. "Peran mereka sangat penting, di antaranya mereka ini yang memasok bahan peledak," ujarnya.

Dari aksi bom bunuh diri ini, penyidik berhasil mengamankan barang bukti berupa beberapa panci presto dari kediaman tersangka Ahmad Sukri. "Barang bukti ditemukan di rumah tersangka Ahmad Sukri, ditemukan barang bukti yang sama dengan terduga bom di Kampung Melayu, yaitu beberapa panci presto berukuran 24 sentimeter," ungkapnya.

Selain barang bukti tersebut, ditemukan pula casing detonator rakitan dari bahan minuman kaleng dan serbuk korek api. "Kemudian kami juga temukan bahan peledak utama TAPT," pungkas Setyo.

Jasad Teroris Ditolak

Setelah polisi selasai melakukan otopsi terhadap pelaku bom bunuh diri ini, polisi mengembalikan jasad mereka kepada keluarganya untuk disemayamkan. Namun, nasib tragis menimpa salah satu pelaku. Warga RT 04/05, kampung Ciranji, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung menolak jenazah pelaku.

"Banyak warga yang menolak, saya juga kaget. Warga itu demo gitu, nggak rela kalau teroris dimakamkan di Sirnagalih," ucap Kepala Desa Sirnagalih, Andi Hermawan, Senin (29/5).

Andi sempat melakukan audiensi dengan warga namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya diputuskan pelaku tersebut dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur. Keluarga krban juga telah membuat surat pernyataan. Bahkan, warga juga menolak istri pelaku kembali ke Sirnagalih. Warga hanya mau menerima ibu pelaku karena dianggap tidak mengetahui perbuatan anaknya.

"Istrinya mau pulang ke sini juga enggak akan diterima oleh warga. Kalau ibunya sih enggak apa-apa, kan ibunya enggak tahu apa-apa. AS sama istrinya itu kan di luar terus, jadi enggak di Sirnagalih," lanjut Andi.

Teroris Imbas Ketegangan Pilkada DKI


Menurut Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala, motif terjadinya aksi terorisme diperkirakan merupakan imbas dari ketegangan Pilkada DKI Jakarta. Diketahui, pilkada ibu kota kali ini cukup memunculkan situasi yang begitu panas. Bahkan sampai saat ini ketika KPU telah memastikan pemenangnya, ketegangan itu masih terasa.

Tak hanya itu, situasi negara saat itu pula sedang diusik dengan isu kebinekaan. Munculnya isu makar, tuduhan pemerintah tidak suka terhadap gerakan Islam, juga bisa menjadi embrio tindakan pengeboman ini. "Demikian pula soal konflik horizontal, itu juga dipakai dasar," tutur Adrianus, Rabu (24/5).

Terakhir, kemungkinan yang melandasi dan berkaitan situasi politik di Indonesia saat itu, yakni dugaan ketidaksenangan terhadap tokoh. Baik tokoh agama maupun masyarakat.

(ce1/sat/JPC)
Bom Panci Meledak, 3 Polisi Tewas, Jasad Teroris Ditolak Warga, Kriminolog Sebut Sebagai Imbas Ketegangan Pilkada DKI Reviewed by admin on December 30, 2017 Rating: 5 Aksi teroris yang menyita perhatian di tahun 2017 terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Bukan hanya soal lokasi...