728x90 AdSpace

Ramai-ramai Bicara Kiamat Sudah Dekat

Kota Jeddah kemarin seperti kota mati. Pusat bisnis di Arab Saudi itu dilanda banjir bandang setelah hujan deras lebih dari tiga jam. Masyarakat setempat ada yang berani bicara musibah itu pertanda kiamat sudah dekat.


Banjir terjadi sekitar jam delapan pagi kemarint. Hujan deras disertai angin kencang menerjang Jeddah. Peristiwa tidak biasa itu banyak diabadikan warga Saudi yang terjebak banjir. Sontak, video kondisi Jeddah pun banyak tertuang di jejaring Youtube.

Kebanyakan, netizen berbicara peristiwa itu indikasi kiamat sudah dekat. Judul 'kiamat sudah dekat' berhamburan di dunia maya. Di beragam video tersebar, warga tertimpa musibah kompak menyebut berlindung dari Allah, dan menyatakan ini adalah pertanda kiamat.

Salah satu dasarnya adalah sebuah hadist yang telah memprediksi tanda-tanda kiamat salah satunya adalah terjadinya banjir di tanah Arab. "Tidak akan datang hari Kiamat sehingga negeri Arab kembali menjadi rerumputan dan sungai-sungai." (HR Ahmad).


Dari video yang beredar terlihat, puluhan mobil di Jeddah terendam banjir dan terbawa deras arus air. Hingga kemarin, belum ada keterangan resmi kerajaan Saudi apakah ada korban jiwa di peristiwa itu.

Namun, kondisi ini sebelumnya sudah diprediksi oleh kerajaan dan mengimbau warga untuk tidak beraktivitas. Bahkan, sekolah-sekolah sudah diliburkan terlebih dahulu sebagai antisipasi kemungkinan terburuk.

Direktorat Jenderal Pendidikan di Makkah menyatakan seperti dilansir media Arab News, kemarin, keputusan untuk meliburkan sekolah dan universitas tersebut adalah demi keselamatan para siswa.

Bulletin yang dikeluarkan badan cuaca, Otoritas Umum Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan Hidup pada Senin (20/11) waktu setempat, mengingatkan adanya cuaca buruk di sejumlah wilayah Saudi, dengan badai pasir bertiup di seluruh Qassim dan bagian barat wilayah Riyadh.

Secara terpisah, pejabat-pejabat pendidikan di Jeddah dan Taif juga mengeluarkan pengumuman penutupan sementara sekolah-sekolah di semua tingkat berdasarkan bulletin otoritas cuaca. Dalam bulletin itu disebutkan seperti dilansir kantor berita resmi Saudi, SPA, hujan dan badai diperkirakan akan melanda wilayah Madinah dan Makkah, termasuk daerah-daerah pantai serta pegunungan wilayah Jazan, Asir dan Baha.

Disebutkan badan cuaca Saudi, hujan deras dan sedang yang disertai dengan badai pasir dan debu juga diperkirakan akan melanda wilayah Tabuk, Perbatasan Utara, Al Jouf dan Hail. Terkait perkiraan turunnya hujan lebat, Direktorat Pertahanan Sipil menyerukan semua warga untuk menjauh dari tempat-tempat yang biasanya terendam banjir dan tidak berada di dekat tepi-tepi sungai.

Anehnya, peristiwa yang dapat membahayakan keselamatan jiwa tersebut justru menjadi tontonan warga. Mereka menyaksikannya di jalanan sehingga Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi memaksa mereka kembali ke rumah masing-masing dan menghindari kawasan banjir.

Sementara itu, seperti dilaporkan oleh kantor berita Arab Saudi SPA, pejabat pendidikan di Taif dan Jeddah mengumumkan bahwa seluruh sekolah akan ditutup sementara hingga menunggu cuaca bagus. "Otorias Arab Saudi menutup enam terowongan di Jeddah karena tertutup banjir," Arab News melaporkan, kemarin.

Sebelumnya pada tahun 2009, hujan lebat memicu bencana banjir dahsyat yang melanda Jeddah dan menewaskan puluhan orang. Sebagian korban tewas saat terjebak di dalam mobil mereka yang terbawa arus banjir.

Saat itu, Raja Abdullah segera memberikan kompensasi kepada korban meninggal akibat banjir senilai SR 1 juta atau setara dengan Rp 2,7 Miliar. Pemerintah Kota Jeddah menyiapkan dana SR 3 Miliar atau Rp 7,5 Triliun untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak.

Ramai-ramai Bicara Kiamat Sudah Dekat
sumber: rmol.com


Ramai-ramai Bicara Kiamat Sudah Dekat Reviewed by Portal Dunia on November 21, 2017 Rating: 5 Kota Jeddah kemarin seperti kota mati. Pusat bisnis di Arab Saudi itu dilanda banjir bandang setelah hujan deras lebih dari tiga jam. Masyar...